TRENGGALEK, bioztv.id – Sejumlah sumur disekitar lokasi pemindangan yang ada di Kecamatan wtaulimo, Kabupate Trenggalek diketahui tercemar bakteri E.coli dan mengandung kadar besi cukup tinggi. Terkait hal ini, DInas Kesehatan Trenggalek pastikan ada treatmen penanganan. Sehingga air sumur tersebut bisa aman untuk dikonsumsi sehari hari.
Berdasarkan keterangan Plt Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Trenggalek, Kandungan E.Coli pada sumur biasanya disebabkan karena jarak antara sumur dengan sepiteng WC terlalu dekat. Idealnya, jarak antara sumur dengan sepiteng WC sekitar 10 Meter. Jika jaraknya terlalu dekat atau kurang dari 10 Meter, maka harus dijauhkan. Sementara itu jika air sumur sudah terlanjur tercemar, salah satu treatment yang bisa dilakukan agar air tersebut layak dikonsumsi harus diolah terlebih dahulu. Salah satunya dengan cara merebus air hingga mendidih sebelum dikonsumsi.
lebih lanjut Plt Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Trenggalek, dr.Sunarto menjelaskan, jika air sumur mengandung kadar besi trellau tinggi, salah satu treatment yang bisa dilakukan yakni dengan cara mengendapkan air tersebut. Jadi air tidak langsung dikonsumsi, tapi ditandon terlebih dahulu, diendapkan, kemudian baru dialirkan untuk konsumsi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Teliti dampak limbah pemindangan di Kecamatan Watulimo, Tim dinas kesehatan Kabupaten Trenggalek justru tidak temukan dampak pencemaran limbah pindang terhadap sumur warga. Pasalnya, dari hasil pemeriksaan diketahui justru sumur warga tercemar bakteri E.coli yang biasa ditemukan pada kotoran manusia.
Views: 81

















