TRENGGALEK, bioztv.id – Manfaatkan tunjangan beras untuk mendorong pemulihan ekonomi ditengah pandemi Covid-19, Bupati Trenggalek meminta agar masing masing OPD mempunyai pasar tani. Ia meminta agar tunjangan beras aparatur sipil negara (ASN) itu benar benar dimanfaatkan untuk membeli beras, bukan untuk membeli barang lain.
Sesuai hasil rapat kerja Bupati Trenggalek dengan sejumlah OPD, Bupati trenggalek meminta struktur APBD Trenggalek mencerminkan ekonomi kerakyatan. Dalam hal ini APBD Trenggalek akan digeser lebih kepada belanja untuk masyarakat. Mulai Tahun 2023 mendatang belanja rutin pegawai tidak boleh lebih dari 50%. Kemudian pada Tahun 2024 tidak boleh lebih dari 40%. Sedangkan pada 2025 mendatang tidak boleh lebih dari 30%. Untuk mewujudkan APBD yang lebih kepada belanja masyarakat ini, pihaknya menakankan agar belanja pemenuhan kebutuhan rutin yang bisa dipenuhai UMKM, maha harus belanja di UMKM lokal saja. baik belanja pakaian dinas, kebutuhan makan minum (Mamin) dan lain sebagainya.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyampaikan, untuk memanfaatkan tunjangan beras agar sesuai peruntukannya, pihaknya meminta para ASN manfaatkan tunjangan beras untuk membeli beras, bukan untuk membeli yang lain. Beras yang dibeli tersebut juga harus dibeli dengan harga yang wajar. Ia juga meminta agar nantinya seluruh OPD memiliki pasar Tani.
Sekedar diketahui bahwa, dalam rapat kerjanya bersama sejumlah OPD, Bupati Trenggalek juga meminta optimalisasi dalam 3 hal. Yaitu dari sisi Ekonomi, Sumber daya manusia (SDM) dan Lingkungan Hidup. Untuk mendorong pemulihan ekonomi lokal, bupati meminta agar para ASN libatkan UMKM lokal. Contohnya, untuk memenuhi kebutuhan pakaian dinas, bupati meminta agar para ASN membeli dari pelaku UMKM. Selain itu untuk kebutuhan makan dan minum, juga harus melibatkan pelaku usaha lokal.
Views: 54
















