TRENGGALEK, bioztv.id – Sindikat pengedar uang palsu antar Provinsi baru saja diringkus di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Bank Indonesia (BI) Kediri bagikan Tips aman transaksi. agar tidak terkecoh dengan uang palsu. Pasalnya, pada musim pandemi Covid-19 saat ini terbukti masih ada saja uang palsu yang mencoba untuk diedarkan.
Menurut keterangan Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri, Uang rupiah yang dikeluarkan BI mempunyai ciri tertentu. Ciri-ciri itu bisa dibagi dua. Pertama bahan uangnya, kedua teknik cetaknya.
Dari sisi bahan, uang bikinan BI dibuat dengan kertas serat kapas. Sehingga kertas tersebut tidak memendar saat terkena sinar ultraviolet. Hal ini berbeda dengan bahan kertas lainnya. Sementara dari sisi cetak, masyarakat umumnya telah mengenal istilah “dilihat, diraba, diterawang.”
Saat dilihat, uang rupiah asli terlihat lebih jelas dan terang. Sementara saat diraba, permukaan yang di bagian tertentu akan terasa kasar. Ini karena proses mencetak uang asli menggunakan teknik cetak dalam. Sednagkan uang palsu hanya menggunakan istilah cetak datar.
Lebih lanjut Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri, CT Wibowo menyampaikan, pada cetakan uang rupiah asli juga tampak tulisan-tulisan berukuran sangat kecil ketika dilihat menggunakan kaca pembesar. Uang asli juga memiliki tekstur khusus untuk diidentifikasi oleh tunanetra. Bentuknya berupa garis 2, 4, dan 6. Garis garis ini sangat sulit dipalsukan.
Ketika diterawang, uang asli memiliki tanda air yang hanya terlihat saat diterawang. Sementara itu, rata-rata uang palsu, tidak diterawang saja sudah kelihatan.
Wibowo juga menambahkan, Pada uang asli ada juga ciri ciri cetakan gambar saling silang. Gambar tulisan BI ini tak akan muncul jika dilihat secara kasat mata. kalau diterawang baru akan memunculkan tulisan BI. Sampai sekarang ciri ciri ini belum bisa ditiru oleh pembuat uang palsu. Uang asli, juga ada bagian-bagian tertentu yang saat dilihat dari sudut berbeda akan memunculkan gambar atau tulisan dan warna yang berubah.
Views: 2
















