Jalan Kampak-Watulimo Tak Masuk Prioritas Pembangunan Dari Dana PEN, Komisi 3 Angkat Bicara

oleh
oleh
Komisi 3 DPRD Trenggalek kritisi penentuan skala prioritas pembangunan infrstruktur yang dibiayai dari dana hasil pinjaman daerah melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Pasalnya, salah satu ruas jalan yang berpotensi menjadi sarana pemulihan ekonomi justru tidak masuk. Yaitu Jalan Kampak-Watulimo.
Komisi 3 DPRD Trenggalek kritisi penentuan skala prioritas pembangunan infrstruktur yang dibiayai dari dana hasil pinjaman daerah melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Pasalnya, salah satu ruas jalan yang berpotensi menjadi sarana pemulihan ekonomi justru tidak masuk. Yaitu Jalan Kampak-Watulimo.

TRENGGALEK, bioztv.id – Komisi 3 DPRD Trenggalek kritisi penentuan skala prioritas pembangunan infrstruktur yang dibiayai dari dana hasil pinjaman daerah melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Pasalnya, salah satu ruas jalan yang berpotensi menjadi sarana pemulihan ekonomi justru tidak masuk. Yaitu Jalan Kampak-Watulimo.

Mengacu keterangan Ketua Komisi 3 DPRD Trenggalek, salah satu ruas jalan yang berpotensi meningkatkan perekonomian rakyat dari sektor pertanian dan perikanan adalah Jalan Raya Kampak-Watulimo. Jika jalan itu dibangun menjadi jalan yang lebih layak, maka hasil laut dan hasil pertanian warga Watulimo dan munjungan tidak lari keluar kota. Tapi bisa tersentral di Kecamatan kampak. Pasalnya, akibat kondisi jalan yang kurang memadahi, hasil laut dari kawasan Teluk Prigi justru lari ke daerah Tulungagung.

Lebih lanjut Ketua Komisi 3 DPRD Trenggalek, Suakrudin menjelaskan, ketika melihat skala prioritas. Belasan ruas jalan yang diajukan pemerintah daerah akan dibiayai dana hasil pinajamn itu belum menyentuh ruas jalan Watulimo – Kampak. Padahal, ruas jalan itu dapat membuka peluang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di sektor niaga ikan.

Sukarudin juga menambahkan, Beberapa kecamatan di Kabupaten Trenggalek, meliputi kecamatan Watulimo, Panggul, dan Munjungan, memiliki hasil perikanan yang potensial. Namun, pasar ikan selama ini justru berada di kabupaten tetangga. Akibatnya Warga Trenggalek sendiri justru menjadi penonton. Kondisi ini terjadi karena hingga saat ini akses antar kecamatan itu kurang memadahi, sehingga investor juga enggan untuk masuk..

Views: 1