TRENGGALEK, bioztv.id – Aksi brutal pembacokan seorang pemuda terhadap tiga anggota keluarga gegerkan Warga Desa Dongko, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Terlebih pembacokan itu menyebabkan 1 Korban meninggal dunia, dan 2 luka luka. Seperti apa kronologinya, simak penjelasan Kepala Desa berikut ini.
Menurut keterangan Kepala Desa Dongko. Kejadian pembacokan ini berawal saat korban Maryono menyuruh Pelaku membeli korek api, kemudian korek api yang dibeli pelaku ternyata tidak bisa dinyalakan. Selanjutnya Maryono melempar korek api itu ke depan pelaku sambil bilang “Mengapa Korek Api Tidak Bisa dipakai kok dibeli”. Akibat kejadian ini pelaku tersinggung dan langsung mengambil sabit dan mengancam korban Maryono dan Juminem.
Lebih lanjut Kepala Desa Dongko, Marni menyampaikan Melihat kemarahan pelaku, kedua korban akhirnya melarikan diri kelura rumah, namun pelaku terus mengejarnya dan berhasil mengejar Juminem dan membacoknya pada bagian bawah pantat. Karena Maryono masih terus lari, kemudian pelaku melemparkan sabit ke arah korban dan mengenai bagian kepala. Meski sudah terluka, kedua korban tetap melarikan diri hingga lolos dari kejaran pelaku.
Marni juga menjelaskan, karena emosinya sudah memuncak, pelaku tetap berusaha mengejar dan mencari kedua korban itu. Ia pun masuk ke dalam rumah lain yang dihuni kakeknya, Wardi. Pelaku yang penuh amarah mengecek satu per satu kamar dan menemukan Wardi tengah tidur, kemudian pelaku langsung membacok kakeknya dari belakang hingga bersimbah darah dan meninggal dunia ditempat.
Views: 3

















