Beranda NEWS MOMENT Selama PPKM Akibat Covid-19 Di Trenggalek, Hajatan Masih Diperbolehkan & Pasar Tetap...

Selama PPKM Akibat Covid-19 Di Trenggalek, Hajatan Masih Diperbolehkan & Pasar Tetap Buka

1289

TRENGGALEK, bioztv.id – Sejak pemerintah pusat mentapkannya pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, Pemkab Trenggalek juga turut memberlakukan sejumlah pembatasan itu didaerahnya. Sejumlah kegitan sosial dan budaya dihentikan sementara, namun untuk hajatan masih diperbolehkan dengan catatan.

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Trenggalek ini disalkuakns ejak 11 Januari hingga 25 Januari tahun 2021 mendatang. Selama kurun waktu tersebut aktivitas di tempat kerja perkantoran dengan menerapkan work from home (WFH) sebesar 50 % (dan work from office (WFO) sebesar 50 persen (lima puluh persen) dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat. Untuk kegiatan kegiatan belajar mengajar juga kembali diberlakukan secara daring/online.

Menanggapi hal ini,  Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyampaikan, Untuk kegiatan-kegiatan sosial dan budaya juga dihentikan sementara, sedangkan untuk kegiatan yang tidak bisa ditunda seperti hajatan, diperbolehkan dengan jumlah undangan maksimal 30 (tiga puluh) orang dalam ruangan, tidak  berjabat tangan, disediakan hand sanitizer  dan tidak ada sajian makanan dan minuman. Sehingga makanan dan minuman harud di bawa pulang. Sementara itu untuk kegiatan restoran, makan atau minum di tempat sebesar 25 persen dan untuk layanan makanan melalui pesan-antar tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran. Sedangkan Jam operasional pusat perbelanjaan juga dibatasi sampai dengan pukul 19.00 WIB.

Bupati juga menambahkan, Selain menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pemerintah daerah juga akan meningkatkan tracing dan kembali disiplin protokol kesehatan, Seperti halnya menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan  yang berpotensi menimbulkan penularan.