Seorang Difabel Di Trenggalek mengundurkan Diri Dari Penerima Bantuan PKH

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Seorang difabel di kabupaten Trenggalek yang masih tinggal dirumah orang tuanya memilih mengundurkan diri dari penerima bantuan program keluarga harapan (PKH). Menurutnya, saat ini masih banyak orang lain yang kondisinya jauh lebih mmebutuhkan bantuan tersebut dibanding dirinya.

Difabel yang mengundurkan diri dari penerima PKH tersbeut adalah Wahyu Sudrajat, duda berumur 48 tahun asal Desa Sambirejo Kabupaten Trenggalek. Dalam kesehariannya, dirinya disibukkan sebagai tukang cat dibengkel kecil yang dikelolanya. Dari keahliannya tersebut dirinya meraa bersyukur karena bisa untuk mencukupi kebutuhannya sehari hari.

Wahyu Sudrajad juga menyampaikan, saat ini disaerahnya orang yang kondisinya jauh dibawahnya masih banyak. Sehingga mereka dinilai jauh lebih membutuhkan dan lebih berhak untuk menerima bantuan tersebut.

Sementara itu, Nur Maliah Sa’anin selaku pendamping PKH menerangkan bahwa wahyu sudrajat ini sebelumnya menerima bantuan PKH untuk anaknya yang masih sekolah, bukan dari keadaan fisiknya yang kurang sempurna. Pasalnya keadaan fisiknya tidak masuk dalam kriteria yang harus menerima PKH.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Sambirejo, Karyanto juga mengaku bangga dengan keputusan warganya yang ingin mundur dari PKH. Pihaknya berharap hal ini bisa menjadi contoh bagi orang lain yang kondisi perekonomiannya sudah lebih baik.

Perlu diketahui bahwa, kondisi difabel yang terjadi pada kaki Wahyu Sudrajad ini bukanlah bawaan lahir, namun terjadi akibat kecelakaan pada beberapa tahun lalu. Sehingga kondisi difabel yang dialaminya ini juga tidak bisa dimasukkan sebagai penerima PKH. Meski demikian, sebelum mengundurkan diri dari penerima PKH, dirinya pernah mendapat bantuan PKH untuk anaknya yang masih sekolah di tingkat SMP.

 

Views: 2