Beranda Business Manfaatkan Limbah Pabrik Triplek, Pemuda Tugu Trenggalek Sukses Bisnis Miniatur Kapal

Manfaatkan Limbah Pabrik Triplek, Pemuda Tugu Trenggalek Sukses Bisnis Miniatur Kapal

2209

TRENGGALEK, bioztv.id – Manfaatkan limbah kayu dan sampah produksi pabrik triplek yang ada di daerahnya, pemuda asal Desa Tumpuk Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek sukses bisnis miniatur kapal yang dibuat sendiri dari limbah pabrik tersebut. Dari karyanya ini juga mampu menghasilkan keuntungan hingga jutaan rupiah.

Salah satu pemuda yang memanfaatkan limbah pabrik triplek menjadi kerajinan miniature kapal ini adalah Luluk Erva Kristiana warga Desa Tumpuk Kecamatan Tugu, dengan memanfaatkan limbah tersebut, Luluk bisa mengantongi  keuntungan sekitar 10 juta rupiah dalam setiap bulannya. Salah satu miniatur kapal yang paing banyak diminati konsumennya adalah miniature kapal jenis pinisi.

Untuk membuat miniature kapal ini, terlebih dahulu luluk memotong limbah kayu dan membentuknya hingga menjadi awak kapal. Selanjutnya memotong motong limbah triplek dan digunakan untuk bagian layar kapal, dan membuat tali penggaitnya menggunakan benang. Setelah miniature kapal terbentuk, untuk proses finishing dilakukan penyemprotan menggunakan clear. Sehingga warna asli kayu tetap terlihat jelas dan mengkilap.

Untuk membuat miniature kapal ini luluk hanya mengeluarkan modal sekitar 30.000 rupiah saja untuk membeli lem, sedangkan bahan bahan lain seperti kayu dan triplek, didapatkan secara gratis dari limbah pabrik Triplek. Dirinya menekuni membuat miniature kapal ini sudah dilakukan sejak tiga bulan yang lalu.

Menanggapi karyanya ini, Luluk Erva Kristiana menyampaikan, Ide membuat miniature kapal dari limbah pabrik triplek ini karena dirinya dahulu pernah bekerja di kapal pesiar, sehingga dirinya memiliki  ide untuk membuat miniatur kapal ini.

Luluk juga menambahkan, dalam setiap  harinya dirinya bisa membuat miniature kapal antara 2 unit hingga 4 unit miniature kapal dengan ukuran kecil. Seangkan harga satiap satu unit miniatur kapal sendiri di bandrol antara 120.000 hingga 400.000 rupiah, tergantung dari ukuran kapal dan tingkat kerumitannya.