Beranda Advetorial Rutin Nginap di Rumah Warga Kurang Mampu, Cara Ampuh Mas Ipin Serap...

Rutin Nginap di Rumah Warga Kurang Mampu, Cara Ampuh Mas Ipin Serap Aspirasi Dari Bawah

348

TRENGGALEK, bioztv.id – Keliling pelosok Trenggalek dan menginap di rumah warga kurang mampu menjadi cara calon bupati nomor urut dua, Mochamad Nur Arifin serap aspirasi langsung dari Masyarakat. Terlebih kegiatan ini tidak dilakukan saat kampanye saja, tapi rutinitas yang dilakukan sejak masih menjabat sebagai wakil Bupati.

Menurut keterangan calon bupati nonor urut 2, Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin, tidur atau menginap di rumah warga adalah salah satu cara mendengar keluh kesah dan cerita warga kurang mampu secara lebih intim. Cara ini dinilai lebih efektif dari pada hanya mengandalkan laporan secara tertulis, karena dengan cara ini dirinya bisa langsung mendengar dan mengetahui langsung kondisi sebenarnya.

Aspirasi langsung dari Masyarakat ini nantinya akan menjadi bekal dalam menentukan kebijakan kedepan, jika ia kembali mendapat amanah dari masyarakat.

Lebih lanjut calon bupati nomor urut 2, Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin menyampaikan, Menginap di rumah warga bukanlah hal baru bagi dirinya. Saat masih menjabat sebagai wakil bupati hingga menjadi bupati Trenggalek periode 2016-2020, ia rutin menginap di rumah warga saban pekan atau beberapa pekan sekali. Rumah yang jadi tempat menginap pun mirip-mirip. Rata-rata di desa pelosok dengan akses infrastruktur yang masih minim. Mayoritas juga rumah warga kurang mampu berdinding anyaman bamboo dan penerima bantuan bedah rumah.

Mas Ipin juga menambahkan, menurutnya antara warga kurang mampu dan infrastruktur yang masih minim punya korelasi. Sehingga ia ingin menampung keluhan dan cerita warga agar mereka bisa bangkit.

Dari hasil menginap dirumah warga yang ia lakukan selama ini, Mas Ipin juga mengaku mempunyai formula khusus agar angka kemiskinan bisa lebih ditekan, Formula ini merujuk pada kondisi warga sekitar. Yakni yang produktif dan yang tidak produktif. Yang tidak produktif akan dibantu dengan bantuan-bantuan dari pemerintah. Sementara yang produktif akan diarahkan ke sumber ekonomi yang bisa ditingkatkan sesuai daerahnya.