TRENGGALEK, bioztv.id – Meski curah hujan saat ini cukup tinggi, Warga Dukuh Banaran Desa Bogoran Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, Justru mengalami krisis air bersih. Pasalnya saluran air yang biasanya digunakan warga, saat ini rusak dan airnya tidak bisa diminum.
Pasca sumber airnya rusak akibat bencana tanah longsor, Sedikitnya ada 3 RT di dukuh banaran Desa Bogoran yang mengalami krisis air bersih, Akibatnya, warga harus mencari air ke sumber air alternative dengan jarak antar 1 sampai 2 Kilo meter. Beruntung sejak beberapa hari terakhir warga mendapat suplay air bersih dari BPBD Kabupaten Trenggalek, sehingga warga tidak perlu jauh jauh untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya.
Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek, Joko Rusianto Menjelaskan, Sejak beberapa hari terakhir pihaknya rutin melakukan pengiriman air bersih untuk warga bogoran yang mengalami krisis air bersih ini, dalam setiap harinya pihaknya mengirim antara 2 hingga 3 tangki air bersih, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Sementara itu Kepala Desa Bogoran, Ihsanudin menerangkan, Pasca terjadi bencana tanah longsor di perbatasan Kampak-Munjungan, air yang di biasa digunakan warga menjadi keruh dan tidak bisa diminim, sehingga warga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya.
Salah satu warga setempat, Nur Kholis juga menjelaskan, Jika tidak mendapat pasokan air bersih dari BPBD, untuk memenuhi kebutuhan air minum dirinya harus mencari ke tempat yang lebih jauh dengan jarak tempuh antar 1 sampai 2 kilo meter.
Sebelumnya diketahui bahwa, Untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya, warga dukuh banaran Desa Bogoran memanfaatkan aliran air pipanisasi yang diambil dari salah satu sumber air di bawah lokasi longsor perbatasan kecamatan Kampak-Munjungan, sedangkan pasca terjadinya bencana tersebut, sumber air yang diambil warga warnanya menjadi keruh, kotor, dan tidak bisa diminum. Sehingga warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya.
Views: 0

















