TRENGGALEK, bioztv.id – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Trenggalek kini menghadapi ujian berat di tengah tuntutan untuk meraih prestasi pada Kejuaraan Paralimpik Provinsi (Keparprov) Jawa Timur 2027. Pemerintah daerah memangkas anggaran pembinaan atlet disabilitas hingga dua pertiga, sehingga pengurus NPCI mendatangi Gedung DPRD Trenggalek untuk meminta dukungan.
Saat menggelar audiensi di Gedung DPRD Trenggalek, Rabu (1/7/2026), pengurus NPCI menyampaikan tiga aspirasi utama kepada para anggota dewan. Mereka meminta tambahan anggaran pembinaan, kendaraan operasional, serta pelatihan bersertifikat bagi para pelatih.
Ketua NPCI Trenggalek, Sugeng Suprayogo, mengatakan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah daerah berdampak besar terhadap program pembinaan atlet.
“Tahun lalu kami mengelola anggaran sekitar Rp150 juta, sedangkan tahun ini kami hanya menerima Rp50 juta. Penurunan ini sangat drastis dan jauh dari harapan kami,” keluh Sugeng Suprayogo.
Menurut Sugeng, organisasi justru membutuhkan anggaran yang lebih besar karena dalam waktu dekat harus menghadapi sejumlah agenda penting, mulai dari Kejurprov, Peparpeda, hingga Keparprov Jawa Timur 2027.
“Oleh karena itu, kami menyampaikan aspirasi yang meliputi permohonan kendaraan operasional, pelatihan bersertifikat untuk pelatih, serta penambahan anggaran demi menyokong pembinaan atlet,” ujarnya.
Tetap Cetak Prestasi Meski Dana Menyusut
Ironisnya, pemerintah memangkas anggaran ketika para atlet NPCI Trenggalek justru sedang mencatatkan berbagai prestasi.
Kontingen Trenggalek berhasil membawa pulang satu medali emas dari cabang olahraga boccia, dua medali perak dari cabang atletik, serta dua medali perunggu atletik pada ajang terakhir. Hasil tersebut mengantarkan Trenggalek menempati peringkat ke-15 di Jawa Timur.
Trenggalek juga memiliki atlet lari jarak menengah yang pernah tampil di level internasional. Selain itu, atlet lempar cakram dan tolak peluru andalan daerah, Yuda, berhasil meraih peringkat keenam nasional pada 2024.
Saat ini NPCI Trenggalek membina 34 atlet dari berbagai cabang olahraga, antara lain atletik, boccia, renang, bulu tangkis, tenis meja, voli duduk, hingga judo untuk atlet tunanetra.
DPRD Cari Solusi di Tengah Efisiensi Anggaran
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mengakui bahwa kebijakan efisiensi anggaran menjadi tantangan besar bagi seluruh organisasi olahraga, termasuk NPCI. Meski demikian, DPRD berkomitmen mencari solusi agar pembinaan atlet disabilitas tetap berjalan.
“Hari ini kami telah menampung seluruh aspirasi dari teman-teman NPCI. Mereka memang membutuhkan dukungan konkret untuk menyongsong Keparprov 2027. Menghadapi masa efisiensi anggaran seperti sekarang memang tidak mudah, tetapi jika kita berjuang bersama, saya optimistis kita bisa menemukan jalan keluar terbaik,” tegas Doding Rahmadi.
Terkait permintaan kendaraan operasional, Doding membuka peluang bagi NPCI untuk memanfaatkan kendaraan dinas milik pemerintah daerah yang belum digunakan.
“Jika nanti kami menemukan kendaraan operasional pemerintah yang sedang tidak terpakai, NPCI bisa memanfaatkannya melalui sistem pinjam pakai, sama seperti organisasi lain yang juga menggunakan fasilitas daerah,” jelasnya.
Pembinaan Atlet Tidak Boleh Terhenti
Bagi pengurus NPCI Trenggalek, dukungan pemerintah daerah bukan sekadar soal besarnya anggaran, melainkan investasi jangka panjang bagi perkembangan atlet disabilitas. Selama ini, para atlet telah membuktikan kemampuan mereka dengan mengharumkan nama Kabupaten Trenggalek di tingkat provinsi hingga nasional.
Menjelang Keparprov Jawa Timur 2027, kepastian dukungan anggaran menjadi kebutuhan yang semakin mendesak. Pengurus NPCI berharap keterbatasan anggaran tidak menghambat langkah para atlet disabilitas Trenggalek untuk terus berkembang dan meraih prestasi.(CIA)
Views: 6

















