Pegiat Sejarah Trenggalek Duga Struktur Bata di Area Sendang Kamulan Bagian Sistem Pengairan Kuno

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idStruktur bata kuno yang muncul dari dasar Sendang Kamulyan, Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, kemungkinan bukan bangunan utama atau candi megah seperti yang dibayangkan sebagian masyarakat.

Koordinator Pegiat Sejarah Trenggalek (Pesat), Harmaji, menyampaikan dugaan tersebut setelah ia bersama tim Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek menyelesaikan identifikasi awal di lokasi situs, Senin (15/6/2026).

Menurut Harmaji, bentuk fisik dan teknik konstruksi struktur yang tampak di lokasi justru mengarah pada bagian dari sistem pengelolaan air kuno.

“Dugaan sementara kami, situs ini merupakan bagian dari sistem pengairan masa lampau. Namun, tim ahli masih harus melakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan fungsi pastinya,” ujar Harmaji.

Ia menjelaskan, susunan bata merah berukuran besar di dasar sendang memiliki karakteristik yang berbeda dari bangunan monumental keagamaan. Sebaliknya, pola konstruksi yang terlihat justru menunjukkan ciri-ciri saluran air, bak kontrol pembagi, atau bagian dari sistem distribusi air bersih pada masa lalu.

“Tim arkeolog nantinya perlu membuktikan melalui kajian ilmiah apakah bangunan ini berfungsi sebagai saluran air, bak kontrol, atau komponen lain dalam sistem hidrolik masa lampau,” jelasnya.

Temukan Lorong Arung Bawah Tanah Buatan Manusia

Saat warga bersama petugas menguras sendang menggunakan pompa, tim lapangan menemukan struktur tambahan yang menyerupai arung atau lorong kecil buatan manusia untuk mengalirkan air bawah tanah.

Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa masyarakat masa lalu memanfaatkan kawasan itu sebagai pusat pengelolaan sumber daya air.

“Kami menemukan arung kecil yang terhubung dengan saluran air utama. Temuan ini mengindikasikan adanya sistem penampungan terpadu yang menghubungkan beberapa titik sumber mata air,” terang Harmaji.

Ia menilai keterhubungan sejumlah titik penampungan air tersebut menjadi petunjuk penting mengenai kemampuan masyarakat masa lalu dalam mengelola sumber daya air secara terencana.

Meski demikian, Harmaji mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Ia menegaskan bahwa seluruh temuan saat ini masih sebatas hipotesis awal.

“Kami baru menyelesaikan tahap identifikasi awal. Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) tetap memiliki kewenangan untuk meneliti dan memastikan fungsi maupun usia struktur ini,” tegasnya.

Buka Tabir Teknologi Hidrolik Zaman Kerajaan Kediri

Keberadaan struktur bata kuno tersebut langsung menarik perhatian publik karena berada di Desa Kamulan, kawasan yang memiliki nilai sejarah penting bagi Trenggalek.

Sebelumnya, para peneliti menemukan Prasasti Kamulan di desa yang sama. Prasasti bertahun 1194 Masehi itu hingga kini menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.

Jika penelitian lanjutan menemukan keterkaitan antara struktur ini dengan situs-situs purbakala lain di sekitarnya, temuan di Sendang Kamulyan berpotensi membuka pemahaman baru mengenai cara masyarakat era Kerajaan Kediri membangun permukiman dan mengelola sistem pengairan secara maju pada masanya.(CIA)

Views: 4