TRENGGALEK, bioztv.id — Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Trenggalek menggelar pengesahan warga baru tahun 2026 dengan aman, tertib, dan penuh nuansa kekeluargaan. Sebanyak 61 calon warga resmi bergabung sebagai warga baru setelah mengikuti prosesi sakral pada malam 1 Suro, Selasa malam hingga Rabu dini hari (16-17 Juni 2026), di Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.
Berbeda dengan stigma negatif yang kerap melekat pada momentum pengesahan perguruan silat, PSHT Trenggalek mewarnai kegiatan tahun ini dengan aksi sosial. Organisasi tersebut menyalurkan santunan kepada puluhan anak yatim piatu sebelum memulai prosesi inti.
Ketua PSHT Cabang Trenggalek, Teguh Wahyudi, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung tanpa gangguan keamanan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres Trenggalek, Bapak Dandim 0806, Bapak Bupati, serta seluruh pihak yang mendukung dan mengamankan kegiatan pengesahan warga baru ini sehingga berjalan lancar, aman, sukses, dan damai,” ujar Teguh Wahyudi, Rabu (17/6/2026).
Teguh juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah tokoh PSHT yang turut menjaga kondusivitas kegiatan. Ia menyebut Kang Mas Sigit Agus Hari Basuki dan Kang Mas Wiji sebagai sosok yang berperan penting dalam kelancaran acara.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Kang Mas Sigit Agus Hari Basuki dan Kang Mas Wiji atas kerja sama serta dukungannya. Berkat sinergi semua pihak, kegiatan pengesahan warga baru malam ini berjalan aman, sukses, dan damai,” katanya.
Teguh menjelaskan, seluruh calon warga mulai berdatangan ke lokasi sejak pukul 16.00 WIB. Mereka kemudian melaksanakan salat Asar, Magrib, dan Isya berjamaah sebelum mengikuti prosesi pengesahan sebagai puncak kegiatan.
Sebelum memasuki acara inti, panitia menyalurkan santunan kepada sekitar 26 anak yatim piatu. Panitia menjadikan kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus sarana memanjatkan doa agar seluruh rangkaian acara berlangsung lancar.
“Alhamdulillah, kami sengaja menyelipkan agenda santunan kepada anak-anak yatim piatu sebelum acara inti. Kami berharap kegiatan ini membawa keberkahan sehingga seluruh rangkaian acara berjalan sukses dan lancar,” ujarnya.
Pesan Ketua Cabang: Jadilah Warga Berbudi Luhur
Dalam sambutannya, Teguh menitipkan pesan khusus kepada para warga baru yang kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar PSHT.
Menurut Teguh, status sebagai warga PSHT bukan sekadar simbol kemampuan bela diri. Status tersebut menjadi titik awal pembentukan karakter, akhlak, dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.
“Saya berpesan kepada adik-adik warga baru, jadilah warga Persaudaraan Setia Hati Terate yang berbudi luhur, serta tahu mana yang benar dan mana yang salah. Jadilah sosok yang membanggakan bagi ayah dan ibu kalian di rumah,” tegasnya.
Ia menambahkan, para pelatih PSHT terus menanamkan nilai budi pekerti luhur kepada seluruh anggota. Dengan memahami batas antara benar dan salah, setiap anggota dapat bersikap bijak dalam berbagai situasi kehidupan.
“Kami selalu mendidik adik-adik agar memiliki budi pekerti luhur. Kalau seseorang sudah memahami esensi benar dan salah, saya yakin dia akan mengamalkan pepatah ‘di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’, sehingga dia akan selamat dalam menjalani kehidupan,” jelasnya.
PSHT Siapkan Ranting Baru di Sejumlah Kecamatan
Selain mengesahkan anggota baru, PSHT Cabang Trenggalek juga menyiapkan langkah pengembangan organisasi di berbagai wilayah.
Teguh mengungkapkan bahwa pengurus akan memperluas jangkauan organisasi dengan membuka sejumlah ranting baru di beberapa kecamatan.
“Kami akan terus membesarkan dan mengembangkan organisasi ini. Ke depan, bidang organisasi akan membuka ranting-ranting baru, seperti di Kecamatan Panggul, Karangan, dan beberapa wilayah lainnya. Sementara untuk Kecamatan Suruh, saat ini tim sudah mulai membuka latihan,” ungkapnya.
Melalui penambahan jumlah warga baru dan pembentukan ranting baru hingga tingkat kecamatan, PSHT Trenggalek berharap dapat menanamkan nilai persaudaraan, kedisiplinan, dan budi pekerti luhur kepada generasi muda.
Keberhasilan pengesahan warga baru tahun ini sekaligus membuktikan bahwa seluruh elemen mampu menjaga kondusivitas daerah. Dengan komitmen bersama, masyarakat dapat menjalankan momentum malam 1 Suro secara aman, damai, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.(CIA)
Views: 80

















