TRENGGALEK, bioztv.id – Jajaran pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Trenggalek menghadirkan suasana berbeda dalam pelaksanaan ibadah kurban tahun ini. Jika pada tahun-tahun sebelumnya pemotongan hewan kurban hanya di Kantor DPC PKB, kali ini Anggota DPR RI Fraksi PKB, Ahmad Iman Sukri memilih Kantor PCNU Trenggalek sebagai lokasi pemotongan sapi kurbannya.
Momentum religi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Ahmad Iman Sukri juga menjadikan kegiatan ini sebagai simbol penguatan hubungan emosional dan struktural antara PKB dan Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Trenggalek.
Ahmad Iman Sukri menegaskan bahwa dirinya sengaja menggelar kurban di Kantor PCNU Trenggalek sebagai bentuk khidmah. Yakni sebagai penghormatan terhadap NU yang melahirkan PKB ke panggung politik nasional.
“Biasanya setiap tahun kami melaksanakan kurban sapi di kantor DPC. Namun tahun ini secara khusus kami menempatkannya di Kantor PCNU Trenggalek. Alasannya jelas, PKB lahir dari rahim NU. Jadi, kami memiliki kewajiban menghormati NU dan berjuang penuh untuk kebesaran NU,” ujar Ahmad Iman Sukri saat meninjau lokasi, Sabtu (30/5/2026).
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur VII, yang meliputi Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan, dan Ngawi itu memastikan hubungan PKB dan NU di Trenggalek selama ini berjalan harmonis.
Legislator PKB Juga Santri NU
Pria yang akrab disapa Haji Iman tersebut menilai mayoritas kader dan wakil rakyat PKB lahir dari lingkungan pesantren dan tumbuh sebagai warga nahdliyin. Karena itu, ia meminta seluruh kader terus menjaga kekompakan dan sinergi kedua elemen besar tersebut.
“Sejatinya para anggota DPR dari PKB itu adalah santri dan mayoritas berlatar belakang NU. Mudah-mudahan langkah ini menjadi penanda bahwa hubungan PKB dan NU terus bersinergi, sekaligus membawa kemenangan PKB di Trenggalek,” cetusnya optimistis.
Selain di Trenggalek, Ahmad Iman Sukri juga menyalurkan hewan kurban ke empat kabupaten lain di wilayah dapilnya, yakni Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan. Panitia di masing-masing daerah menyesuaikan lokasi penyembelihan dengan kondisi wilayah setempat, mulai dari kantor PCNU hingga kompleks pondok pesantren.
“Kami tidak memusatkan lokasi penyembelihan di PCNU untuk semua daerah. Beberapa titik menggelar penyembelihan di pondok pesantren karena kami menyesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah,” jelas Haji Iman.
Ber-PKB Bentuk Khidmah kepada NU
Ketua DPC PKB Trenggalek, Sukarodin, turut mengapresiasi langkah Ahmad Iman Sukri yang konsisten menjaga tradisi berbagi kepada masyarakat Trenggalek. Menurutnya, Haji Iman rutin mengirimkan hewan kurban ke Trenggalek bahkan jauh sebelum menjabat anggota DPR RI.
Sukarodin menilai pelaksanaan kurban di Kantor PCNU bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk nyata khidmah atau pengabdian PKB kepada para ulama dan warga NU.
“Pak Haji Iman Sukri sudah rutin berkurban di Trenggalek sejak sebelum menjadi anggota DPR RI. Tahun ini beliau menegaskan ingin berkhidmah kepada NU dengan melaksanakan ibadah kurban langsung di Kantor PCNU,” ungkap Sukarodin.
Ia berharap momentum Idul Adha tahun ini semakin mempererat hubungan harmonis antara PKB dan NU di Trenggalek hingga tingkat akar rumput.
“Hubungan NU dan PKB di Trenggalek selama ini sudah sangat harmonis, dan kami berharap kemesraan ini semakin meningkat. Karena sejatinya, niat kami ber-PKB adalah untuk mengabdi dan berkhidmah kepada NU,” tegasnya.
Usai menyelesaikan proses penyembelihan, panitia langsung mengemas dan menyalurkan paket daging kurban kepada jajaran pengurus PCNU, kaum duafa, serta anak-anak yatim piatu di wilayah Trenggalek.
Sukarodin menegaskan bahwa kegiatan kurban tersebut menjadi bagian penting dari tradisi tahunan PKB untuk menjaga kepekaan sosial dan berbagi kebahagiaan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Sasaran pembagian paket daging hari ini meliputi pengurus PCNU, warga duafa, dan anak-anak yatim piatu. Kami memastikan mereka semua kebagian dan ikut menikmati berkah Idul Adha,” pungkasnya.(CIA)
Views: 4

















