Wajah Inklusif Lingkungan Pendopo Trenggalek, “Rumah Perempuan” sebagai Ruang Aman Warga

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idPemerintah Kabupaten Trenggalek melakukan terobosan dengan mengubah fungsi Pendopo menjadi pusat layanan terpadu yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Inovasi ini menyatukan berbagai layanan publik dalam satu lokasi sekaligus memperkuat perlindungan perempuan melalui program “Rumah Perempuan”.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menegaskan komitmen daerah dalam menciptakan ruang aman bagi kelompok rentan. Ia memastikan masyarakat dapat mengakses layanan dengan mudah dan cepat.

“Kami menyediakan Rumah Perempuan di area pendopo. Jika ada warga yang menjadi korban kekerasan atau penyintas, mereka bisa langsung datang atau menghubungi nomor layanan yang tersedia,” ujar Arifin.

Pendopo Bertransformasi Jadi Rumah Rakyat

Pemkab Trenggalek kini menjadikan pendopo sebagai “rumah rakyat” yang mengintegrasikan berbagai layanan sosial dalam satu lokasi. Pemerintah tidak lagi memosisikan pendopo hanya sebagai simbol kekuasaan atau birokrasi.

Pemerintah membagi fungsi layanan di area pendopo secara strategis:

  • Sisi utara menampung Rumah Perempuan sebagai ruang aman dan pusat pendampingan korban kekerasan
  • Sisi selatan menampung Posko Gertak yang menangani persoalan kemiskinan dan akses layanan dasar

Melalui konsep ini, warga tidak perlu berpindah-pindah kantor untuk mengurus kebutuhan administratif maupun sosial.

“Warga yang selama ini kesulitan mengakses layanan karena faktor ekonomi kini bisa langsung datang ke pendopo untuk mendapatkan pelayanan,” jelas Arifin.

Gandeng Baznas untuk Percepat Bantuan

Pemkab Trenggalek menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memperkuat dukungan finansial dan sosial. Kolaborasi ini mempercepat penyaluran bantuan sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.

Arifin menegaskan bahwa integrasi layanan ini bertujuan menjamin seluruh warga mendapatkan akses pelayanan yang setara.

“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun warga Trenggalek yang tertinggal dalam mengakses layanan pemerintah,” tegasnya.

Pendampingan Ubah Hidup Penyintas

Program ini mulai menunjukkan dampak nyata. Bupati Arifin menceritakan pengalaman seorang penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang akhirnya berani melapor setelah lama mengalami penderitaan.

Tim Rumah Perempuan memberikan pendampingan intensif kepada korban hingga ia mampu menata kembali kehidupannya.

“Kini beliau merasa hidupnya lebih bercahaya dan memiliki harapan baru. Inilah tujuan utama kami,” ungkap Arifin.

Wujud Nyata Semangat Kartini

Pemkab Trenggalek meluncurkan penguatan layanan ini bertepatan dengan momentum Hari Kartini 2026. Pemerintah ingin menerjemahkan semangat emansipasi ke dalam kebijakan nyata, bukan sekadar seremoni.

Program Rumah Perempuan menjadi bukti keberpihakan pemerintah terhadap perlindungan dan pemberdayaan perempuan. Langkah ini juga memperkuat sistem pelayanan publik yang inklusif, cepat, dan responsif.

“Ini bukan sekadar program kerja, tetapi bentuk nyata keberpihakan kami kepada masyarakat, khususnya perempuan dan kelompok rentan di Trenggalek,” pungkas Arifin.(CIA)

Views: 14