TRENGGALEK, bioztv.id — Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengajak seluruh masyarakat tidak sekadar menjadikan Hari Kartini sebagai seremoni tahunan. Ia mendorong momentum ini menjadi titik balik bagi setiap individu untuk membangun kesadaran diri dan keberanian berubah ke arah yang lebih baik.
Dalam kegiatan pemberdayaan perempuan baru-baru ini, Mas Ipin—sapaan akrab Bupati—menegaskan bahwa nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini relevan bagi semua gender.
“Perayaan Kartini bukan hanya milik kaum perempuan. Laki-laki juga harus memiliki kemauan kuat untuk berubah dan terus memperbaiki diri,” tegasnya.
Filosofi “Saya Mau” Jadi Fondasi Kemajuan
Bupati Arifin menyoroti pesan sederhana namun kuat dari Kartini, yakni kalimat “Saya mau”. Ia menilai frasa tersebut mencerminkan tekad kuat yang menjadi fondasi utama dalam melakukan perubahan, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Ia juga membagikan pengalaman pribadinya saat menempuh studi gender. Pengalaman tersebut membantunya mengelola ego agar lebih bijak.
“Saya belajar menekan ego patriarki. Proses ini menjadi bagian penting untuk memandang peran perempuan dan laki-laki secara lebih adil,” ungkapnya.
Wujudkan Kesetaraan dalam Kehidupan Nyata
Bupati Arifin menegaskan bahwa masyarakat harus menerapkan kesetaraan gender dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadikannya jargon. Ia meyakini setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi tanpa terhambat konstruksi sosial.
“Inilah bentuk perayaan bahwa kita semua setara. Setiap orang memiliki peluang yang sama untuk maju dan meraih kesuksesan,” imbuhnya.
Semangat Kartini Dorong Literasi Keagamaan
Dalam kesempatan tersebut, Mas Ipin juga mengungkap sisi sejarah perjuangan Kartini. Ia menjelaskan bahwa semangat Kartini dalam mencari ilmu mendorong Kiai Soleh Darat menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam aksara Arab Pegon.
“Kegelisahan Kartini mendorong lahirnya terjemahan Al-Qur’an pertama dalam Arab Pegon. Ini membuktikan bahwa perubahan besar lahir dari kemauan belajar yang tinggi,” jelasnya.
Ajak Warga Bergerak Bersama
Menutup pernyataannya, Bupati Arifin mengajak seluruh warga Trenggalek menjadikan semangat Kartini sebagai energi kolektif untuk menjawab tantangan zaman.
“Mari kita tumbuhkan keberanian dan kemauan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, baik perempuan maupun laki-laki,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek berharap peringatan ini memicu gerakan nyata yang mendorong perubahan sosial yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.(CIA)
Views: 18
















