Keren, Ribuan Warga Trenggalek Ulang Tahun Bareng Hari Jadi Daerah 31 Agustus

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Tidak semua orang bisa merayakan ulang tahun bersamaan dengan hari lahir tanah kelahirannya. Namun, di Kabupaten Trenggalek, fenomena unik itu benar-benar terjadi. Ribuan warga merayakan ulang tahun tepat pada 31 Agustus, bertepatan dengan Hari Jadi Trenggalek yang tahun ini memasuki usia ke-831.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Trenggalek, Ririn Eko Utoyo, menyebut jumlah warga yang lahir di tanggal tersebut cukup banyak. Data kependudukan mencatat rata-rata ada 20 hingga 30 kelahiran per hari di Trenggalek. Jika dihitung dalam jangka panjang, ribuan warga akhirnya merayakan ulang tahun setiap 31 Agustus.

“Kalau kita cek dalam database kependudukan, warga Trenggalek yang lahir tanggal 31 Agustus itu ribuan. Karena rata-rata kelahiran per hari sekitar 20 sampai 30 orang,” ujar Ririn.

Tahun ini, 20 warga yang lahir pada 31 Agustus 2008 genap berusia 17 tahun dan berhak memperoleh Kartu Tanda Penduduk (KTP). “Mereka menjadi pemegang KTP pemula pertama yang bisa mencetak identitasnya tepat di hari ulang tahun,” jelas Ririn, Minggu (31/8/2025).

39 Warga Terima Bingkisan Spesial dari Bupati

Pemerintah Kabupaten Trenggalek tidak melewatkan momen ini. Bupati Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin secara langsung memberikan tali asih kepada warganya yang berulang tahun tepat pada Hari Jadi Trenggalek.

Ririn menjelaskan, awalnya 50 orang mendaftar untuk hadir dalam penyerahan bingkisan. Namun, hanya 39 orang yang benar-benar datang dan menerima hadiah langsung dari Bupati.

“Pak Bupati memang ingin memberi tali asih untuk warga yang lahir tanggal 31 Agustus. Dari 50 pendaftar, akhirnya sekitar 39 orang hadir dan menerima langsung bingkisan tersebut,” tambahnya.

Bagi warga, momen ini bukan hanya tentang tiup lilin dan ucapan selamat. Ulang tahun yang bertepatan dengan Hari Jadi Trenggalek membawa nuansa emosional tersendiri. Mereka merayakan pertambahan usia pribadi sekaligus usia daerah yang menjadi tanah kelahiran.

Tradisi pemberian tali asih ini juga menunjukkan perhatian pemerintah. Mas Ipin menegaskan bahwa perayaan hari jadi tidak hanya sebatas pesta rakyat atau kirab pusaka, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan emosional dengan warga.

Identitas Kolektif Masyarakat Trenggalek

Fenomena ribuan warga yang berulang tahun bersamaan dengan Hari Jadi Trenggalek membentuk identitas kolektif yang unik. Usia individu berpadu dengan usia daerah, menciptakan rasa memiliki yang lebih kuat.

“Ini bukti bahwa Hari Jadi Trenggalek bukan hanya perayaan sejarah, tetapi juga menyatu dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya,” tegas Ririn.

Dengan cara ini, Trenggalek tidak hanya merayakan perjalanan panjang sejarah daerah, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara pemerintah dan warganya.(CIA)

Views: 253