Nasib Saat Jadi Siswa Sekolah Rakyat Trenggalek, Semua Gratis tapi Hanya Pulang 3 Kali Setahun

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Kabupaten Trenggalek menerapkan sistem pendidikan berbasis asrama penuh (full boarding school) untuk seluruh siswanya. Sekolah ini tidak hanya memberikan pendidikan gratis, tetapi juga menanggung kebutuhan makan, seragam, buku pelajaran, hingga biaya transportasi siswa saat pulang ke rumah.

Meski memberikan fasilitas lengkap, pihak sekolah tetap memberlakukan aturan ketat terkait jadwal kunjungan orang tua dan kepulangan siswa.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek, Yogyantoro, mengatakan pihak sekolah sengaja membatasi jadwal kunjungan demi menjaga fokus belajar, kedisiplinan, dan pembentukan karakter siswa di lingkungan asrama.

“Terkait regulasi menjenguk siswa, kami memberikan kesempatan kepada orang tua satu kali dalam dua minggu. Waktunya pun terbatas pada akhir pekan saja, yaitu hari Sabtu atau Minggu,” ujar Yogyantoro.

Siswa Hanya Pulang Tiga Kali Setahun

Selain membatasi jadwal kunjungan, manajemen sekolah juga mengatur ketat jadwal kepulangan siswa. Dalam satu tahun ajaran, siswa hanya boleh pulang sebanyak tiga kali.

Sekolah memberikan libur saat semester ganjil, semester genap, dan Hari Raya Idul Fitri.

“Siswa mendapatkan jatah libur semester masing-masing sekitar dua minggu, dan kami menambahnya saat momen libur Idul Fitri,” jelas Yogyantoro.

Sekolah juga menanggung biaya transportasi dan uang saku perjalanan siswa saat pulang ke rumah. Namun, pihak sekolah tetap mempersilakan orang tua menjemput anak mereka langsung ke sekolah.

“Jika siswa memerlukan, kami bisa menyediakan fasilitas transportasi dan uang saku perjalanan. Namun, kami tetap mempersilakan jika orang tua ingin menjemput langsung putra-putrinya ke sekolah,” imbuhnya.

Negara Tanggung Semua Kebutuhan Siswa

Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek menanggung seluruh kebutuhan pendidikan siswa tanpa pungutan biaya.

Pihak sekolah menyediakan buku pelajaran, seragam, dan perlengkapan belajar melalui skema anggaran resmi pemerintah.

“Begitu kami menerima daftar peserta didik baru, tim manajemen langsung mengajukan kebutuhan buku, seragam, dan logistik lainnya melalui Rencana Anggaran Biaya (RAB) kepada pihak terkait sebagai penyedia sarana prasarana Sekolah Rakyat,” terangnya.

Selain kebutuhan belajar, sekolah juga memenuhi seluruh kebutuhan konsumsi siswa selama tinggal di asrama.

Pihak dapur asrama menyediakan makan berat tiga kali sehari dan camilan dua kali sehari untuk seluruh siswa.

“Kami memberikan hak makan siswa di asrama sebanyak tiga kali sehari dan tambahan makanan ringan dua kali sehari,” kata Yogyantoro.

Sekolah Tampung 345 Siswa

Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek membina 75 siswa aktif yang terbagi dalam dua rombongan belajar (rombel) SD dan satu rombel SMP.

Untuk tahun ajaran 2026/2027, sekolah berencana menambah sembilan rombel baru yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA.

“Rencana strategis kami adalah membuka tiga rombel SD, tiga rombel SMP, dan tiga rombel SMA. Jika masing-masing rombel menampung 30 anak, maka kapasitas total sekolah akan menyentuh sekitar 345 siswa, sudah termasuk dengan jumlah siswa aktif yang ada saat ini,” ungkap Yogyantoro.

Melalui sistem pendidikan gratis berbasis asrama penuh ini, pemerintah daerah berharap Sekolah Rakyat mampu menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan agar tetap memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.(CIA)

Views: 14