Bantah Terbitkan Tagihan EO Bengkak Jadi Rp 28 Juta, PLN Trenggalek Sebut Masih Simulasi

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Polemik tagihan listrik yang membengkak pada gelaran Pasar Rakyat E-Kraf dan Hari Jadi ke-831 Kabupaten Trenggalek memasuki babak baru. Setelah penyelenggara event melayangkan kritik, PLN Trenggalek menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menerbitkan tagihan resmi Rp28 juta. PLN menyebut angka tersebut hanya simulasi, bukan tagihan final.

Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Trenggalek, Yehezkiel, menegaskan bahwa dokumen yang EO terima hanyalah hasil perhitungan sementara.

“Kami perlu luruskan, yang kami sampaikan ke pelanggan itu bukan tagihan resmi, melainkan simulasi biaya penerangan sementara. Setelah menerima feedback, kami langsung mengecek ulang dan mengoreksi sesuai data riil di lapangan,” jelasnya, Kamis (4/9/2025).

Kesalahan Baca Meter Jadi Biang Masalah

Yehezkiel mengakui adanya anomali pada salah satu meter untuk kebutuhan penerangan event. Petugas salah membaca angka karena foto dokumentasi buram. Mereka mencatat angka 1.553 padahal angka sebenarnya 7.553, sehingga selisih hampir 6.000 kWh. Dari sinilah simulasi biaya membengkak hampir dua kali lipat.

“Setelah kami cek ulang dengan eviden foto yang lebih jelas, kami menemukan angka sebenarnya. Kami pun langsung merevisi dan mensimulasikan kembali, hasilnya sesuai pemakaian nyata,” tambahnya.

Sebelumnya, EO One Rich Vision mengaku kebingungan ketika menerima simulasi tagihan Rp28 juta. Padahal, mereka memperkirakan pemakaian listrik selama 17 hari acara hanya sekitar Rp15–16 juta.

Manager lapangan EO, Rafik Susilo, menjelaskan bahwa pihaknya hanya meminta kejelasan atas kejanggalan itu. Namun, respons awal PLN justru terkesan defensif. Bahkan, petugas PLN sempat mengancam akan melaporkan EO ke Pemda jika tidak segera membayar.

“Kami hanya ingin ada evaluasi. Ternyata benar, setelah dicek ulang, petugas mengakui ada salah baca meter. Tagihan akhirnya kembali normal, sekitar Rp16 juta,” ujar Rafik.

Transparansi Jadi Kunci Pelayanan Publik

Kasus ini menegaskan pentingnya transparansi dalam layanan publik. Jika EO tidak mengajukan komplain, mereka bisa saja terjebak membayar tagihan yang bukan kewajibannya.

Yehezkiel memastikan PLN akan menjadikan kasus ini bahan evaluasi internal.
“Kami berkomitmen memperbaiki standar dokumentasi agar tidak ada lagi kesalahan baca meter seperti ini,” tandasnya.(CIA)

Views: 35