TRENGGALEK, bioztv.id – Ancaman banjir di wilayah Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, akhirnya mendapat respons serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Politisi Demokrat sekaligus anggota DPRD Trenggalek turut mengapresiasi kesigapan Pemprov Jatim. Bahkan, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, meninjau langsung proses penanganan di lapangan.
Penanganan dampak banjir di Kecamatan Panggul ini dimulai dari pembangunan tanggul dan sodetan sungai. Pemprov Jatim telah mengucurkan anggaran senilai Rp 15 miliar untuk proyek ini. Harapannya, ke depan proyek ini bisa menekan risiko luapan air yang selama ini merusak lahan pertanian warga.
Anggota DPRD Trenggalek Mugianto, yang juga Ketua Komisi II DPRD dan Ketua DPC Partai Demokrat Trenggalek, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian Pemprov Jatim. Menurutnya, proyek mitigasi banjir ini sangat vital bagi warga Kecamatan Panggul, yang selama ini menjadi langganan banjir saat hujan deras.
“Alhamdulillah, kali ini kita mendapat suntikan dana dari Pemprov Jatim untuk menangani dampak pascabencana ini. Kemarin air sungai sempat meluap, merusak lahan sawah sekitar 300 hektare. Dengan infrastruktur tanggul ini, insyaAllah bisa mengurangi risiko bencana,” ujar Mugianto.
Tidak tanggung-tanggung, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak turun langsung meninjau progres proyek di Desa Kertosono, Kecamatan Panggul. Proyek ini menjadi langkah cepat Pemprov Jatim dalam mitigasi bencana di wilayah rawan banjir.
Mugianto menjelaskan, kawasan sungai di Kecamatan Panggul ini memang menjadi titik pertemuan aliran air dari Kabupaten Ponorogo, Kecamatan Dongko, dan Pule. Kondisi ini membuat debit air dapat melonjak drastis saat musim hujan.
“Karena itu, Pemprov Jatim melakukan tiga langkah paralel penanganan, mulai dari pembangunan tanggul sepanjang 650 meter, penguatan sodetan sungai, dan pembuatan bronjong penahan,” jelas Mugianto.
Mugianto juga menekankan pentingnya keberlanjutan program mitigasi bencana di Trenggalek. Menurutnya, pemerintah kabupaten harus ikut berperan aktif melanjutkan apa yang sudah Pemprov Jatim mulai.
“InsyaAllah berkelanjutan. Apa yang sudah provinsi bangun, Kabupaten Trenggalek juga harus mengikutinya. Jangan sampai proyek ini selesai, lalu kita diam saja. Dampak bencana ke depan tetap harus kita antisipasi,” tegas politisi yang akrab disapa Kang Obeng ini.
Proyek pembangunan tanggul dan sodetan sungai di Kecamatan Panggul ini ditargetkan rampung tahun ini. Pembangunan berlangsung berdasarkan perhitungan teknis matang, agar hasilnya tidak menimbulkan masalah baru.
“Semoga penanganan ini dapat memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat,” jelas Mugianto.
Diharapkan, proyek tanggul sepanjang 650 meter dan sodetan 250 meter dengan lebar 65 meter ini dapat mereduksi potensi banjir serta menjaga lahan produktif warga di Kecamatan Panggul dari ancaman luapan air di musim hujan.(CIA)
Views: 80
















