TRENGGALEK, bioztv.id – Kepolisian Resor Trenggalek melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) mulai memperluas edukasi tertib lalu lintas hingga ke lingkungan pondok pesantren. Salah satunya dengan menggelar coaching clinic di Pondok Pesantren Qomarul Hidayah, Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Selasa (6/5/2025).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan potensi pelanggaran hingga kecelakaan lalu lintas di kalangan santri Pondok Pesantren. Terlebih santri di usia 15-21 tahun merupakan usia produktif.
Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Agus Prayitno, mengungkapkan kegiatan tersebut berjalan lancar dan mendapat antusias luar biasa dari para santri. Para peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga langsung praktik tata cara berkendara yang benar.
“Alhamdulillah kegiatan tadi pagi berjalan lancar. Kami memberikan wawasan, motivasi, dan contoh langsung tentang cara berkendara di jalan raya yang benar. Mulai dari penggunaan helm, aturan berhenti, hingga cara berbelok di jalan,” terang Agus saat ditemui usai kegiatan.
Satlantas menyadari, selama ini pondok pesantren kerap luput dari sasaran edukasi lalu lintas. Padahal, di beberapa kejadian, ditemukan santri pondok yang nekat berkendara tanpa helm atau hanya mengenakan kopiah saat keluar lingkungan pesantren.
“Sebenarnya banyak santri yang sudah tertib, tapi ada juga yang kadang berkendara hanya pakai kopiah. Makanya kami jemput bola, blusukan ke pesantren-pesantren untuk coaching klinik, selain di sekolah-sekolah,” imbuh Agus.
Pelatihan tersebut, lanjutnya, bukan sekadar formalitas. Santri diberi kesempatan praktik langsung di halaman pondok, mulai dari memakai helm dengan benar hingga simulasi berkendara sesuai aturan.
“Mereka semangat sekali, terlihat antusias waktu praktik dan saat petugas memberikan materi. Harapan kami, ke depan tidak ada korban laka lantas dari kalangan santri,” ujarnya.
Agus juga menyampaikan bahwa tren kecelakaan lalu lintas di Trenggalek selama 2023 terbilang rendah, meski jumlah laporan polisi terkait laka lantas masih cukup tinggi. Namun, pada Tahun 2024, angka kecelakaan mengalami sedikit peningkatan.
“Untuk tahun 2023 memang minim laka lantas, tapi laporan polisi tinggi. Tahun 2024 sedikit naik, tapi kami berharap di 2025 tidak ada laka menonjol maupun rate yang tinggi,” pungkasnya.
Ke depan, Satlantas Polres Trenggalek menargetkan pelaksanaan coaching clinic ini rutin digelar dua hingga tiga kali sepekan di berbagai pondok pesantren di wilayah Trenggalek.
“Upaya ini diharapkan mampu membangun kesadaran lalu lintas sejak dini di kalangan santri, sehingga angka kecelakaan bisa terus ditekan,” pungkasnya.(CIA)
Views: 3
















