TRENGGALEK, bioztv.id — Setelah menyoroti data yang tidak lengkap, Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kabupaten Trenggalek kini mengalihkan fokus untuk menguji sisi lain laporan pemerintah. Legislatif mulai membedah sejumlah indikator kinerja tahun 2025 yang pemerintah klaim melampaui target.
Ketua Pansus LKPJ DPRD Trenggalek, Sukarodin, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menelan mentah-mentah laporan tersebut. Pansus mewajibkan verifikasi lapangan untuk memastikan prestasi dalam dokumen selaras dengan kenyataan.
“Hari ini kami fokus menguji capaian yang sudah terpenuhi. Kami mengecek satu per satu validitasnya. Jika pemerintah melaporkan hasil yang melampaui target, kami harus memastikan datanya benar-benar valid,” ujar Sukarodin.
Angka Putus Sekolah Turun Drastis
Pansus memberi sinyal positif terhadap penurunan angka anak tidak sekolah (ATS). Data pemerintah menunjukkan jumlah ATS turun signifikan dari 4.917 anak pada 2024 menjadi 3.750 anak di 2025.
Pansus menilai penurunan ini sejalan dengan kondisi di lapangan sehingga layak mendapat apresiasi.
Pengangguran Turun, Pendapatan Naik
Selain sektor pendidikan, indikator ekonomi makro juga menunjukkan tren perbaikan. Pemerintah mencatat penurunan tingkat pengangguran dan kenaikan pendapatan per kapita masyarakat.
“Data ini tampak sesuai jika kita melihat pengangguran turun dan pendapatan naik, meski kenaikannya belum terlalu besar. Kami tetap objektif; jika data ini benar, tentu kami apresiasi. Jika tidak, pasti kami koreksi,” tegas Sukarodin.
Angka Harapan Hidup Trenggalek Lampaui Nasional
Capaian membanggakan juga muncul dari sektor kesehatan. Angka harapan hidup masyarakat Trenggalek melampaui rata-rata nasional dan Provinsi Jawa Timur.
“Rata-rata nasional berada di angka 74 tahun dan Jawa Timur 75,3 tahun. Sementara Trenggalek sudah mencapai kisaran 75,6 tahun. Ini capaian yang sangat baik bagi daerah,” jelasnya.
Soroti Kesejahteraan dan Nasib Pekerja Migran
Meski ekonomi Trenggalek tumbuh 5,31 persen—di atas rata-rata nasional (5,11 persen)—Pansus mengingatkan pemerintah agar pertumbuhan ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Sukarodin menekankan pentingnya memperluas penyerapan tenaga kerja.
Secara khusus, Pansus juga menyoroti kondisi pekerja migran yang pulang ke kampung halaman. Legislatif mendesak OPD untuk memberikan pendampingan wirausaha secara serius.
“Jangan sampai mereka pulang hanya memiliki rumah dan kendaraan, tetapi kesulitan ekonomi di kemudian hari. Pemerintah harus membina dan mengubah pola pikir mereka agar hasil kerja di luar negeri bisa menjadi modal usaha yang berkelanjutan,” tambahnya.
Menuju Paripurna 22 April
Saat ini, Pansus DPRD Trenggalek tengah merumuskan hasil evaluasi, baik berupa catatan kritis maupun apresiasi atas capaian positif.
DPRD berencana menyampaikan rekomendasi resmi tersebut dalam rapat paripurna pada 22 April 2026. Rekomendasi ini akan menjadi pijakan strategis bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan ke depan.(CIA)
Views: 22
















