TRENGGALEK, bioztv.id – Gebrakan awal mulai digodok di lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek di bawah kepemimpinan Bupati Mochamad Nur Arifin dan Wakil Bupati Syah Muhammad Natanegara. Menginjak tahun pertama pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) baru, pasangan ini ingin memastikan langkah strategis mereka selaras dengan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Mas Ipin, sapaan akrab Bupati Trenggalek, menegaskan bahwa program 100 hari kerja yang kini dirancang tak boleh sebatas formalitas kegiatan rutin. Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menetapkan agenda super prioritas, dengan satu benang merah yang jelas, yakni penciptaan lapangan pekerjaan.
“Saya sudah minta teman-teman OPD buat list ke Bappeda dan ke saya, apa saja yang bisa didorong di 100 hari kerja ini.
Mas Ipin juga menegaskan, agar program super prioritas OPD jangan hanya program asal jadi, tapi harus jelas super prioritasnya seperti apa.
“Yang paling penting, semua harus dikaitkan untuk penciptaan lapangan pekerjaan,” tegas Mas Ipin.
Bukan Sekadar Proyek, Tapi Harus Multiplier Effect
Mas Ipin tidak ingin agenda kerja di awal periode baru ini hanya berfokus pada pembangunan fisik semata. Ia berharap program-program yang dijalankan mampu memberi efek ganda: mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah, menjaga lingkungan hidup, sekaligus memperkuat fiskal Trenggalek.
“Kita ingin pekerjaan itu baik untuk lingkungan hidup, baik untuk ekonomi, dan juga baik untuk fiskal kita. Semua harus mengarah ke sana,” tambahnya.
Mas Ipin bahkan menyelaraskan arah kebijakannya dengan visi pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Ia menilai, lima tahun ke depan adalah momentum penting bagi daerah untuk bersinergi dengan pusat, terutama dalam menyongsong 100 tahun Indonesia Merdeka.
“Intinya lima tahun ke depan, kita ingin membangun Trenggalek yang atraktif. Atraktif untuk siapa? Untuk orang luar yang mau datang, bersekolah, berwisata, hingga berinvestasi di sini,” jelasnya.
Lingkungan Hidup Jadi Fokus Pengurangan Biaya Kebencanaan
Tak hanya soal ekonomi, Mas Ipin juga menyoroti pentingnya program ramah lingkungan. Sebab menurutnya, kerusakan alam selama ini berkontribusi besar terhadap tingginya biaya kebencanaan yang harus ditanggung daerah.
“Kita ini hampir tiap tahun punya disaster cost yang besar akibat kerusakan lingkungan. Nah, kalau programnya bisa sekaligus memperbaiki lingkungan, ya itu yang kita dorong,” ungkapnya.
Trenggalek Menuju Daerah Atraktif dan Kompetitif
Dengan konsep pembangunan inklusif dan berkelanjutan ini, Mas Ipin optimistis Trenggalek bisa menjadi daerah yang bukan hanya nyaman ditinggali warganya, tapi juga menarik bagi pendatang. Baik untuk berwisata, membuka usaha, maupun berinvestasi.
“Kalau size ekonominya naik, transaksi di sini meningkat, fiskal daerah juga otomatis terdongkrak. Itu yang kita kejar,” pungkasnya.(CIA)
Views: 5
















