TRENGGALEK, bioztv.id – Kabupaten Trenggalek resmi memasuki tahun pertama pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode baru. Di tengah dinamika ekonomi dan ancaman krisis iklim global, Bupati Mochamad Nur Arifin atau yang akrab disapa Mas Ipin, menegaskan arah pembangunan daerah lima tahun ke depan akan fokus pada proyeksi 100 tahun Indonesia merdeka di 2045.
Mas Ipin tak segan menyebut bahwa ancaman perubahan iklim kini sudah bergeser menjadi krisis iklim. Menurutnya, jika daerah-daerah di Indonesia tak segera berbenah, ancaman seperti kekeringan panjang, kelangkaan air, hingga tenggelamnya wilayah pesisir akan menjadi kenyataan.
Menurutnya, urgensinya sudah jelas, yakni ketrrikatan dalam amanat konstitusi untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah.
“Sekarang ancaman utamanya bukan perang, tapi krisis iklim. Bahkan di Pulau Jawa, beberapa kawasan RTRW pesisir sudah hilang karena kenaikan air laut,” tegas Mas Ipin saat ditemui usai rapat koordinasi pembangunan daerah, Selasa (23/4/2025).
Proyeksi Ambisius: Trenggalek Menuju Net Zero Carbon
Mas Ipin memaparkan, dalam skema 20 tahun ke depan, Trenggalek menargetkan menjadi daerah dengan status net zero carbon atau setidaknya mencapai carbon neutral city. Langkah ini bukan hanya soal tren global, tapi bagian dari tanggung jawab daerah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
“Kalau kita bicara 2045, kita harus tentukan sekarang mau jadi seperti apa. Kita ingin Trenggalek menjadi kota dengan emisi karbon nol. Kalau tidak, krisis lingkungan bisa mengancam generasi kita berikutnya,” imbuhnya.
Mas Ipin menyebut, perubahan iklim saat ini telah nyata berdampak pada berbagai sektor. Musim kemarau yang semakin panjang, ancaman kekurangan air bersih, hingga ketidakpastian cuaca menjadi tantangan serius yang tak bisa lagi ditunda.
Kejar Perekonomian Setara Negara Maju
Selain fokus lingkungan, RPJMD Trenggalek juga diarahkan untuk mengejar ketertinggalan ekonomi. Saat ini, pendapatan per kapita masyarakat Trenggalek masih berada di angka Rp 32 juta per tahun atau sekitar 2.500 dolar AS. Sementara, target Indonesia Emas 2045 mematok pendapatan per kapita nasional di angka 8.000 dolar AS.
“Bayangkan, dalam waktu 20 tahun, pendapatan warga harus melonjak dari 2.500 ke 8.000 dolar. Artinya, dalam satu periode bupati sekarang sampai tiga periode berikutnya, kita harus akselerasi ekonomi secara signifikan. Bukan hanya pertumbuhan tinggi, tapi juga merata. Jangan sampai ekonominya besar, rakyatnya masih miskin,” terang Mas Ipin.
Fokus Kesejahteraan Sosial dan Daya Saing Manusia
Mas Ipin juga menegaskan bahwa pembangunan ekonomi dan lingkungan harus sejalan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. RPJMD kali ini mengedepankan peningkatan daya saing sumber daya manusia sebagai fondasi menghadapi tantangan global.
“Akhirnya semua ini untuk manusia. Maka kualitas hidup dan daya saing masyarakat Trenggalek harus terus naik. Bukan hanya orang per orang, tapi kolektif, satu daerah. Karena janji konstitusi itu melindungi segenap bangsa, bukan sekelompok orang saja,” tegasnya.
Lima Tahun Pertama, Saatnya Buktikan Komitmen
RPJMD 2025-2029 menjadi pondasi penting dalam membangun visi besar 2045 tersebut. Mas Ipin berharap, seluruh pihak mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga organisasi masyarakat bisa bergerak bersama.
“Kalau lima tahun pertama ini kita masih jalan di tempat, ya jangan harap target 2045 bisa kita kejar. Sekarang saatnya kita gaspol, bukan cuma bikin rencana, tapi aksi nyata,” pungkasnya.(CIA)
Views: 8
















