Tren Kriminalitas di Trenggalek Sepanjang 2024, Cabul & Curat Menonjol, Judi Tertinggi

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Polres Trenggalek terus memperlihatkan komitmennya dalam menekan angka kriminalitas di wilayahnya. Sepanjang tahun 2024, Satreskrim Polres Trenggalek berhasil menangani 106 kasus, dengan tingkat penyelesaian mencapai 93,4%. Meski ada penurunan jumlah kasus dibandingkan tahun 2023, beberapa kasus menonjol tetap mencuri perhatian publik, seperti kejahatan seksual terhadap anak dan pencurian dengan pemberatan.

Kejahatan Cabul Mendominasi

Dari data yang dirilis, kasus pencabulan terhadap anak menjadi salah satu perhatian utama. Wakapolres Trenggalek, Kompol Herlinarto, menjelaskan bahwa penanganan kasus-kasus tersebut dilakukan secara intensif untuk memberikan rasa keadilan bagi korban.

“Sepanjang 2024, kami menangani 14 kasus pencabulan, semuanya berhasil diselesaikan. Fokus kami adalah melindungi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan memberikan efek jera kepada pelaku,” ujar Kompol Herlinarto.

Salah satu kasus mencuat adalah tindakan pencabulan yang dilakukan oleh seorang pria pemilik pondok berinisial M dan anaknya F di Kecamatan Karangan. Kasus ini melibatkan beberapa korban di bawah umur dan telah terjadi sejak tahun 2021. Selain itu salah satu pemilik Pondok di Kecamatan kampak, IS alias S juga terjerat kasus serupa, bahkan korban hingga melahirkan bayi laki laki.

“Para pelaku kini telah diserahkan ke kejaksaan (P21) untuk proses hukum lebih lanjut,” jelas Kompol Herli.

Pencurian dengan Pemberatan Jadi Sorotan

Selain kejahatan seksual, pencurian dengan pemberatan juga menjadi tren yang cukup menonjol. Salah satu kasus yang berhasil diungkap adalah pencurian di rumah seorang warga di Kelurahan Sumbergedong. Pelaku, seorang tukang ojek pangkalan berusia 42 tahun, berhasil diringkus dengan barang bukti yang menguatkan dugaan kejahatan.

“Kami terus meningkatkan patroli dan intelijen untuk menekan angka kriminalitas, termasuk pencurian. Kolaborasi dengan masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan kami dalam mengungkap kasus-kasus ini,” tambah Wakapolres.

Penurunan Crime Total dan Penyelesaian Kasus

Meski angka kriminalitas total (crime total) turun 16,5% dari 127 kasus pada 2023 menjadi 106 kasus di 2024, penyelesaian kasus atau crime clearance juga menurun sebesar 16,1%. Penurunan ini, menurut Kompol Herlinarto, tidak sepenuhnya buruk.

“Penurunan angka kasus menunjukkan adanya dampak dari upaya preventif kami. Namun, kami tetap berkomitmen untuk meningkatkan penyelesaian kasus agar masyarakat semakin merasa aman,” jelasnya.

Keberhasilan dan Tantangan

Dari total kasus yang ditangani, kategori kejahatan konvensional mendominasi dengan 77 kasus, disusul kejahatan transnasional sebanyak 25 kasus, dan kejahatan terkait kekayaan negara sebanyak 4 kasus. Tingkat penyelesaian yang tinggi menunjukkan dedikasi Satreskrim Polres Trenggalek dalam menangani berbagai jenis kejahatan.

Namun, Kompol Herlinarto juga mengakui masih ada tantangan besar, terutama dalam menekan potensi munculnya kejahatan baru di era digital.

“Kasus perjudian online dan kejahatan berbasis ITE menjadi perhatian khusus kami ke depan,” katanya.

Harapan ke Depan

Kompol Herlinarto menegaskan bahwa, Polres Trenggalek berupaya menjadikan tahun 2025 sebagai momentum untuk memperkuat langkah preventif, edukasi masyarakat, dan penegakan hukum yang lebih tegas. Dengan pendekatan komprehensif, Polres Trenggalek optimis dapat terus meningkatkan kepercayaan publik dalam penegakan hukum dan keamanan

“Kami tidak hanya ingin mengungkap kasus, tetapi juga mencegahnya agar Trenggalek menjadi wilayah yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.” pungkas Kompol Herli. (CIA)

Views: 2