TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek akhirnya mengabulkan tuntutan warga Kecamatan Pule yang mendesak pencopotan Camat Pule, Dwi Ratna Widyawati. Pemerintah resmi memindahkan Dwi Ratna dari kursi camat dan menugaskannya sebagai Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Trenggalek.
Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara, melantik langsung Dwi Ratna di tengah sorotan publik. Mutasi tersebut menjadi klimaks dari polemik yang memanas di Kecamatan Pule selama beberapa pekan terakhir.
Pemkab Trenggalek mengambil langkah ini setelah Aliansi Masyarakat Pule Manunggal (ALMAS PUMA) melancarkan gelombang protes dan menuntut pencopotan camat.
Pemkab Sebut Mutasi Ini Respons Aspirasi Warga
Wakil Bupati menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan hal biasa dalam birokrasi. Namun, ia mengakui mutasi kali ini memiliki perhatian khusus karena berkaitan langsung dengan keresahan masyarakat.
“Pada prinsipnya, ini adalah rotasi biasa di lingkungan Pemkab Trenggalek. Namun, mutasi kali ini memang menjadi spesial karena merespons dinamika yang terjadi di Kecamatan Pule kemarin,” ujar Syah Muhammad Natanegara.
Ia memastikan pemerintah daerah tidak mengabaikan kritik maupun tuntutan masyarakat terkait pelayanan dan kepemimpinan pejabat publik.
“Sesuai aspirasi masyarakat, kami melakukan evaluasi mendalam terhadap pejabat-pejabat di lingkungan pemerintah daerah,” tegasnya.
Dwi Ratna Resmi Tinggalkan Jabatan Camat Pule
Melalui rotasi ini, Dwi Ratna Widyawati resmi meninggalkan jabatannya sebagai Camat Pule. Kini, ia mengemban tugas baru sebagai Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.
Sementara itu, Subagya yang sebelumnya menjabat di posisi tersebut kini berpindah tugas menjadi Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Trenggalek.
“Mulai hari ini, yang bersangkutan sudah tidak menjabat sebagai Camat Pule lagi,” jelas Syah.
Wabup Ingatkan Pejabat Jangan Picu Polemik
Dalam pelantikan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan pesan tegas kepada seluruh pejabat Pemkab Trenggalek. Ia meminta para pejabat lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat.
Menurut Syah, masyarakat kini semakin kritis sehingga pejabat wajib bekerja profesional tanpa memunculkan polemik yang tidak perlu.
“Jangan sampai membuat keributan yang tidak perlu. Masyarakat sekarang sudah sangat peduli dan aktif mengawasi kinerja pemerintah,” katanya.
Ia berharap para pejabat mampu membangun komunikasi yang baik agar persoalan kecil di lapangan tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
“Bekerjalah dengan baik supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tandasnya.
Polemik Camat Pule Jadi Sorotan Publik
Sebelumnya, nama Dwi Ratna Widyawati terus menjadi sorotan setelah warga menilai kepemimpinannya memicu keresahan. Berbagai isu mencuat, mulai dari polemik pengelolaan dana Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), konflik dengan warga, hingga tudingan sikap arogan dalam pelayanan publik.
Ketegangan bahkan sempat memuncak ketika ALMAS PUMA mengancam menggelar demonstrasi besar ke Pendopo dan DPRD Trenggalek.
Kini, setelah pemerintah resmi memutasi camat, warga Pule berharap suasana pemerintahan di kecamatan kembali kondusif dan pelayanan publik berjalan lebih baik.(CIA)
Views: 8
















