Kontroversi Hiburan di Pasar Malam Trenggalek, Komisi IV DPRD “Berdayakan Penggiat Seni Lokal!”

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Kehadiran konser DJ di acara pasar malam Alun-Alun Trenggalek picu kontroversi. Ketua Komisi 4 DPRD Trenggalek, Sukarodin dorong event terbuka lebih mengedepankan hiburan pengiat seni lokal. Acara yang menampilkan hiburan modern DJ, dianggap kurang tepat karena ditonton oleh semua kalangan, termasuk anak-anak.

“Kami menerima banyak keluhan dari orang tua dan tokoh masyarakat terkait acara ini,” ungkap Sukarodin.

Ia menekankan, ke depannya pemerintah daerah harus lebih selektif dalam menyaring agenda yang diselenggarakan di ruang publik. Menurutnya, menampilkan hiburan yang tidak sesuai dengan karakter budaya Trenggalek bisa mengurangi identitas lokal sekaligus melewatkan kesempatan untuk mempromosikan penggiat seni lokal.

“DJ-nya mungkin tidak masalah, tapi acaranya menjadi sorotan karena kurang relevan dengan budaya kita,” imbuhnya.

Menuryt Sukarudin, di Trenggalek banyak sekali penggiat seni lokal yang potensial. Jika mereka diberi ruang, ini bisa menjadi penyemangat sekaligus wadah kreativitas.

“Kita harus utamakan seni lokal, bukan malah mengambil hiburan dari luar kota,” jelas Sukarodin.

Klarifikasi dari Pihak Penyelenggara

Menanggapi kritik ini, Direktur Event Organizer (EO) One Rich Vision, Lellyana Arine Kamiswari, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Trenggalek. Ia mengakui adanya kekeliruan dalam pelaksanaan acara tersebut.

“Kami sebagai penyelenggara meminta maaf kepada Pemkab Trenggalek dan masyarakat atas kejadian ini. Penampilan tersebut memang di luar kendali kami dan akan menjadi bahan evaluasi untuk ke depannya,” jelas Lelly.

Lelly juga menegaskan bahwa konser DJ tersebut bukan merupakan inisiatif dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Acara ini sepenuhnya adalah inisiatif EO.

“Kami berjanji akan lebih selektif di masa depan agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Meski acara berjalan aman dan kondusif, kontroversi ini memberikan pembelajaran penting bagi penyelenggara acara untuk lebih memahami sensitivitas budaya dan norma masyarakat setempat.

“Evaluasi mendalam harus dilakukan agar ke depannya hiburan yang disajikan dapat sejalan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Trenggalek,” pungkas Lelly.

Dorongan untuk Seni Lokal

Ke depannya, DPRD Trenggalek mendorong pemerintah daerah dan para penyelenggara acara untuk memprioritaskan seni lokal sebagai bagian dari setiap kegiatan. Dengan demikian, acara hiburan tidak hanya memberikan kesenangan, tetapi juga menjadi media promosi seni dan budaya Trenggalek yang kaya dan beragam.

“Trenggalek punya banyak potensi seni lokal yang bisa ditampilkan. Kalau ini terus didorong, kita bukan hanya menghibur masyarakat, tapi juga memperkuat identitas budaya daerah,” tutup Sukarodin dengan penuh harap.(CIA)

Views: 2