Reskrim Trenggalek Selidiki Keracunan di Ngantru, Katering Hingga Toko Bahan Pokok Dalam Pantauan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Trenggalek tengah menyelidiki kasus keracunan massal yang menimpa warga usai menghadiri hajatan keagamaan. Yakni peringatan Maulid Nabi atau Mauludan yang digelar warga RT 21 kelurahan Ngantru. Saat ini polisi sudah memeriksa dapur dan produk yang digunakan oleh penyedia katering acara.

Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Zainul Abidin, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian langkah investigasi terkait kasus ini.

“Kami sudah memeriksa panitia penyelenggara, termasuk ketua RT dan tim yang terlibat dalam acara tersebut,” ujar Zainul, Kamis (17/10).

Selain itu, tim Satreskrim juga memeriksa dapur dan produk yang digunakan oleh penyedia katering acara.

“Kami sedang memastikan apakah ada produk kedaluwarsa yang digunakan, baik dari katering maupun dari toko tempat mereka membeli bahan,” tambahnya.

Tak hanya berhenti di situ, polisi juga mengambil sampel kardus dan bahan pangan dari toko yang menjadi sumber belanja katering.

“Kami juga berkoordinasi dengan RSUD dan Dinas Kesehatan untuk mengirimkan sisa makanan serta snack ke laboratorium Dinkes Jawa Timur guna diuji lebih lanjut,” jelas Zainul.

Satreskrim juga menemui keluarga korban meninggal dunia untuk menelusuri lebih jauh riwayat kesehatan almarhum.

“Ada informasi yang menyebut almarhum memiliki penyakit bawaan. Kami turut mengambil sisa obat yang sempat dikonsumsi untuk menelusuri kemungkinan keterkaitannya,” ungkap Zainul.

Hingga kini, polisi masih memantau kondisi para korban yang menjalani perawatan.

“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keracunan ini,” tutup Zainul.

Berdasarkan data yang dihimpun dinas kesehatan pengendalian penduduk dan keluarga berencana (DinkesPPKB) Trenggalek, sedikitnya 98 orang menjadi korban dalam insiden dugaan keracunan masal tersebut. Dari jumlah itu, tujuh di antaranya harus dirawat di RSUD dr. Soedomo Trenggalek, dan satu orang dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis.

Acara Mauludan tersebut diikuti sekitar 130 warga lingkungan setempat. Para tamu menerima nasi kotak dan jajanan sebagai hidangan. Namun, sejumlah warga mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan tersebut.(CIA)

Views: 2