TRENGGALEK bioztv.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Gunung Orak-Arik, Desa Karangsoko, Kabupaten Trenggalek. Kondisi geografis di lokasi membuat tim gabungan harus bekerja ekstra keras. Proses pemadaman api di medan yang terjal ini dilakukan secara manual menggunakan alat tradisional gepyok. Pasalnya, aksesnya hanya bisa dilalui dengan jalan kaki.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi, menyatakan bahwa kebakaran ini melibatkan area seluas 3 hektar, terdiri dari 2 hektar lahan Perhutani dan 1 hektar lahan milik warga.
“Seluruh tim gabungan dari TNI, Polri, Perhutani, masyarakat, dan BPBD Trenggalek telah bersiaga dan bekerja sama untuk menangani kebakaran ini,” ungkap Stefanus, Rabu (18/9).
Asap tebal terus mengepul dari puncak Gunung Orak-Arik, diperburuk oleh kondisi pohon-pohon kering yang mudah terbakar dan menyebar cepat saat angin bertiup. Meski demikian, tim gabungan tetap berupaya mengatasi api dengan peralatan seadanya.
“Karena lokasinya di gunung dan sangat curam, kita tidak bisa menggunakan mobil pemadam. Seluruh proses pemadaman dilakukan secara manual,” tambah Stefanus.
Tim gabungan terus berupaya memadamkan kebakaran ini sebelum api merambah lebih luas.
“Kami terus mengerahkan semua sumber daya yang ada. Lokasi yang sulit memang menjadi tantangan,” jelasnya.
Kebakaran di Gunung Orak-Arik ini menambah daftar panjang kasus kebakaran hutan dan lahan di Trenggalek selama musim kemarau.
“Hingga saat ini, BPBD Trenggalek telah mencatat 24 kejadian karhutla sepanjang musim kemarau tahun ini,” imbuh Triadi.
Kebakaran hutan di daerah pegunungan seperti ini tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kehidupan masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup pada hutan dan lahan pertanian.
“Upaya pemadaman terus dilakukan setiap kali terjadi kebakaran hingga situasi terkendali,” pungkas Triadi.(CIA)
Views: 1
















