Gudang dan Dapur Produksi Oleh-Oleh Khas Trenggalek di Kranding Bendiorejo Ludes Terbakar

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang dan dapur produksi oleh-oleh khas Trenggalek di Dusun Kranding, Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Trenggalek, Selasa (17/9/). Api yang diduga berasal dari tungku pembakaran, dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan, dan hanya menyisakan puing-puing dari dapur dan mesin produksi.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 14.45 WIB. Pemilik rumah produksi, Mustaji, yang berada di lokasi, mengungkapkan betapa cepatnya api membesar.

“Saya sedang berada di dalam toko ketika melihat api dari arah belakang, tepatnya dari dapur. Saat saya perhatikan, api sudah setinggi satu meter dan mulai merembet ke ruangan lain,” ungkap Mustaji.

Menurut penjelasannya, kebakaran ini diduga berasal dari tungku pembakaran kayu yang digunakan untuk menggoreng jajanan.

“Jam 13.00, semua pekerja sudah selesai menggoreng dan pulang. Tapi kemungkinan besar, api di tungku belum benar-benar padam, lalu merembet ke barang-barang yang mudah terbakar,” jelas Mustaji.

Api dengan cepat melalap semua yang ada di dalam gudang dan dapur, termasuk mesin-mesin produksi yang menjadi aset utama bisnis Mustaji.

“Semua mesin dan barang-barang di gudang habis, tidak ada yang tersisa. Kerugian kami sangat besar,” imbuhnya dengan nada berat.

Kebakaran ini tidak hanya menghancurkan aset fisik, namun juga mempengaruhi jalannya produksi oleh-oleh khas Trenggalek yang menjadi salah satu ikon kuliner Trenggalek. Mustaji pun berharap ada langkah preventif ke depannya untuk memastikan keamanan di area produksi, khususnya yang berhubungan dengan penggunaan tungku pembakaran.

Sementara itu, aparat kepolisian dan pemadam kebakaran yang datang ke lokasi langsung bergerak cepat memadamkan api. Namun, kondisi angin yang cukup kencang dan barang-barang yang mudah terbakar di dalam gudang membuat api sulit dikendalikan dengan cepat.

Kejadian ini menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga keselamatan dalam proses produksi, terutama di industri rumahan yang melibatkan penggunaan alat-alat tradisional seperti tungku. ”

Semoga ini menjadi pelajaran bagi kami dan semua produsen lain agar lebih waspada dan memastikan tidak ada api yang tersisa di tungku atau alat produksi lainnya,” tutup Mustaji.(CIA)

Views: 3