TRENGGALEK, bioztv.id – Takut dicerai jika tidak bisa mempunyai anak, wanita asal Desa Buluangung Kecamatan Karangan yang saat ini tinggal bersama suaminya di Desa Ngares Kecamatan Trenggalek, nekat bayar keponakannya agar menculik bayi. Untuk mengelabuhi keluarga dan suaminya, tersangka juga pura pura hamil.
Berdasarkan pengakuan tersangka Wulandari, Salah satu hal yang memotivasi dirinya nekat merencakan aksi penculikan bayi umur 26 hari di Desa Buluagung ini karena dirinya minder dengan bayang bayangnya, yaitu takaut diceraikan suami jika tidak bisa memiliki anak pasca dua tahun menikah. Terlebih dirinya juga beum bisa hamil lagi pasca mengalami keguguran pada bebrapa waktu lalu.
Sementara itu Kapolres Trenggalek, AKBP.Jean Calvijn Simanjuntak menyampaikan, Sebelum melancarkan aksi penculikan bersama keponakan yang masih diabwah umur, Wulandari telah merencanakan hal ini matang matang. Seperti halnya pura pura hamil, mempersiapkan buku control ibu dan anak yang diminta dari budan, membeli perlengkapan kebutuhan bayi, hingga sering konsultasi ke dokter kandungan, namun saat sampai di dokter kandungan, tersangka tidak konsultasi seputar kandungan, namun justru konsultasi terkait keluhan lain yang dialaminya.
Sebelumnya diketahui bahwa, Bayi umur 26 hari yang diculik ini adalah MSA, anak laki laki dari pasangan Ahmad Rozikin dan Siti Komariah, warga Dusun Buret, Desa Buluagung, Kecamatan Karangan. Menurut keterangan nenek korban, pada pukul 04.00 Wib saat dirinya akan beragkat ke Mushola masih melihat cucunya tersebut disusui. Setelah disusui itu kemudian ditaruh di sampingnya dan dikasih penutup bayi. Namun saat nenek korban pulang dari mushola, pintu dapur terlihat terbuka dan cucunya sudah tidak ada.
Views: 0

















