Maling Kotak Amal Masjid di Bendungan Trenggalek Terekam CCTV, Gasak Rp5 Juta dalam 2 Menit

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idAksi pencurian kotak amal kembali meresahkan rumah ibadah di Kabupaten Trenggalek. Seorang pelaku membobol kotak amal Masjid Al Huda di Dusun Kacangan, Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, lalu membawa kabur uang infak sekitar Rp5 juta. Ironisnya, pencurian ini bukan kali pertama menyasar masjid tersebut.

Kamera pengawas (CCTV) merekam seluruh aksi pelaku dengan jelas. Hingga Selasa (4/8/2026), polisi masih memburu pelaku dengan mengandalkan rekaman CCTV dan keterangan para saksi.

Pembina Masjid Al Huda, Seno, menjelaskan bahwa pelaku menjalankan aksinya pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 10.29 WIB. Namun, pengurus masjid baru mengetahui pencurian itu keesokan harinya saat hendak memasukkan sedekah ke dalam kotak amal.

“Saya melihat ada kejanggalan pada fisik kotak amal. Saat saya buka, ternyata uang di dalamnya sudah habis,” ungkap Seno, Selasa (4/8/2026).

Mengetahui kotak amal kosong, pengurus masjid segera memeriksa rekaman CCTV. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang pria merusak kotak amal sebelum melarikan diri membawa uang infak.

“Hari Kamis itu juga kami langsung melapor ke kepolisian. Hari itu juga polisi datang untuk melakukan olah TKP,” imbuhnya.

Pelaku Manfaatkan Kondisi Masjid yang Terbuka

Seno mengatakan pelaku memanfaatkan suasana masjid yang sedang sepi. Padahal, sebuah bengkel sepeda motor di depan masjid sedang ramai didatangi warga. Meski demikian, tidak seorang pun menaruh curiga terhadap gerak-gerik pelaku.

Menurutnya, warga menganggap kehadiran orang asing sebagai hal biasa karena Masjid Al Huda selalu terbuka bagi siapa saja. Musafir, kurir logistik, hingga tenaga pemasaran kerap singgah untuk beristirahat atau menunaikan salat.

Namun, pelaku justru memanfaatkan keterbukaan tersebut untuk melakukan pencurian.

Seno mengungkapkan bahwa pencurian kotak amal di masjid itu sudah berulang kali terjadi. Karena itu, pengurus memasang CCTV untuk memperkuat sistem pengamanan.

“Sebelumnya masjid ini sudah beberapa kali menjadi sasaran pencurian. Karena itu kami memasang CCTV agar bisa mengungkap identitas siapa pun yang nekat mencuri,” tegasnya.

Akibat pencurian tersebut, pengurus masjid mengalami kerugian sekitar Rp5 juta. Uang itu merupakan akumulasi infak jemaah selama empat bulan yang belum sempat diambil sejak Ramadan lalu.

“Kami berharap polisi segera menangkap pelaku agar ada efek jera dan jemaah bisa beribadah dengan tenang,” harap Seno.

Polisi Analisis Rekaman CCTV

Polsek Bendungan membenarkan telah menerima laporan pencurian tersebut dan kini terus mendalami penyelidikan. Petugas mengumpulkan keterangan para saksi sekaligus menganalisis rekaman CCTV yang memperlihatkan seluruh rangkaian aksi pelaku.

Dari rekaman tersebut, pelaku beraksi seorang diri tanpa mengenakan masker sehingga wajahnya terlihat jelas. Pelaku hanya membutuhkan waktu sekitar dua menit untuk merusak satu dari dua kotak amal, kemudian membawa kabur uang infak jemaah.(CIA)

Views: 12