Pendapatan DIsparbud Trenggalek Baru Tercapai 68 Persen, Lagi Lagi JLS & Cuaca Jadi Kambing Hitam

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Trenggalek baru mencapai 68,29 persen menjelang akhir tahun anggaran 2026. Capaian ini memicu keraguan Komisi II DPRD Trenggalek terhadap kemampuan pemerintah daerah memenuhi target Rp9,2 miliar dalam dua bulan tersisa.

Komisi II DPRD Trenggalek menyoroti capaian tersebut saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) evaluasi kinerja bersama jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek.

Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugianto, mengaku prihatin karena penerimaan sektor pariwisata belum mencapai 70 persen, padahal tahun anggaran 2026 segera berakhir.

“Jadi ini sudah hampir selesai satu tahun, tinggal dua bulan lagi. Tapi tadi saya lihat dari sisi pendapatan baru 68,29 persen,” ujar Mugianto.

Mugianto mendesak Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk mengevaluasi strategi pengelolaan dan pengawasan retribusi di lapangan. Terlebih, pemerintah daerah berencana menambah alokasi anggaran belanja pariwisata pada tahun mendatang.

Sebut Cuaca hingga Akses JLS Jadi Tantangan

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek, Tony Widianto, menyebut pemerintah daerah telah menghimpun PAD pariwisata sekitar Rp6,2 miliar dari target Rp9,2 miliar.

Tony menyampaikan bahwa realisasi tersebut berada di kisaran 68,59 persen. Ia juga mengklaim penerimaan secara nominal meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Kami terus berupaya mengejar sisa target hingga akhir tahun,” tutur Tony.

Tony menjelaskan sejumlah tantangan eksternal yang memengaruhi kunjungan wisatawan. Faktor tersebut meliputi cuaca ekstrem, bertambahnya objek wisata alternatif di daerah tetangga, serta terbukanya akses Jalur Lintas Selatan (JLS).

“Akses JLS membuat wisatawan menyebar ke berbagai destinasi sehingga memengaruhi konsentrasi kunjungan di objek wisata Trenggalek,” jelas Tony.

Target PAD Pariwisata 2027 Naik Jadi Rp9,4 Miliar

Di tengah capaian tahun berjalan yang belum memenuhi target, Disparbud Trenggalek menetapkan target PAD pariwisata 2027 sebesar Rp9,4 miliar. Angka tersebut naik Rp200 juta dibandingkan target tahun 2026.

“Mungkin rencana revitalisasi fisik di sejumlah destinasi unggulan tahun depan berpotensi mengganggu kenyamanan pengunjung dan pelayanan wisata untuk sementara waktu,” ungkap Tony.

Tony juga bilang, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi penerimaan retribusi selama pemerintah daerah menjalankan proyek revitalisasi.

DPRD Minta Pemkab Realistis Menetapkan Target PAD

Menanggapi rencana kenaikan target, DPRD Trenggalek mengingatkan pemerintah daerah agar menetapkan target PAD berdasarkan potensi riil, bukan sekadar memenuhi formalitas perencanaan.

Kenaikan target harus pemerintah daerah imbangi dengan kajian potensi yang rasional dan pengelolaan retribusi yang efektif. Pengawasan juga perlu mencegah kebocoran penerimaan di lapangan.

“Revitalisasi harus mampu meningkatkan kualitas destinasi, menarik lebih banyak wisatawan, dan mendongkrak pendapatan daerah secara berkelanjutan,” pungkas Mugianto.(CIA)

 

Views: 6