TRENGGALEK, bioztv.id – RSUD dr. Soedomo Trenggalek belum bisa memastikan jumlah kasus Influenza A di wilayahnya. Keterbatasan reagen pemeriksaan laboratorium membuat rumah sakit belum dapat mengidentifikasi virus tersebut secara spesifik.
Di sisi lain, dokter spesialis paru mencatat peningkatan jumlah pasien gangguan saluran pernapasan yang membutuhkan rawat inap. Pasien datang dengan beragam keluhan, antara lain demam tinggi, batuk berat, dan sesak napas.
Dokter Spesialis Paru RSUD dr. Soedomo Trenggalek, dr. Sari Apriliana, menjelaskan bahwa petugas membutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan jenis virus penyebab infeksi. Tanpa pemeriksaan tersebut, dokter belum dapat memastikan kasus Influenza A hanya berdasarkan gejala klinis.
“Kalau untuk jenis virus atau penyakit influensanya sendiri, kami belum bisa memastikan berapa jumlah pasti kasusnya,” kata dr. Sari.
Pemeriksaan Influenza A Terkendala Reagen
Dokter memerlukan pemeriksaan diagnostik yang sesuai untuk memastikan infeksi Influenza A. Pemeriksaan dapat menggunakan metode PCR atau tes antigen yang memang dirancang untuk mendeteksi virus tersebut.
Namun, RSUD dr. Soedomo belum memiliki reagen pemeriksaan yang diperlukan. Kondisi ini membatasi kemampuan rumah sakit untuk memastikan diagnosis Influenza A melalui pemeriksaan laboratorium.
Rumah sakit juga belum mengirimkan sampel pasien ke laboratorium rujukan eksternal. Akibatnya, rumah sakit belum memiliki data terkonfirmasi yang dapat menggambarkan jumlah kasus Influenza A secara rinci.
“Pemeriksaannya sulit karena reagen swab antigen dan PCR khusus virus ini belum tersedia di rumah sakit,” terangnya.
Peningkatan Pasien Paru Picu Kekhawatiran Komplikasi
Meski belum memiliki data pasti kasus Influenza A, dr. Sari mengungkapkan bahwa jumlah pasien paru yang membutuhkan perawatan memang meningkat.
Infeksi saluran pernapasan dapat memperburuk kondisi pasien yang memiliki penyakit penyerta. Penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), misalnya, berisiko mengalami kekambuhan ketika terserang infeksi pernapasan.
Peningkatan kebutuhan perawatan tersebut turut menambah tekanan terhadap kapasitas ruang rawat inap pasien paru di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
“Khususnya pasien paru, kasusnya memang sedang naik. Infeksi saluran pernapasan ini sering memicu kekambuhan pada penderita asma,” pungkas dr. Sari.(CIA)
Views: 4

















