Kelalaian Bakar Sampah Berujung Petaka, SDN 1 Jatiprahu Trenggalek Rugi Rp10 Juta

oleh
oleh
Pembakaran sampah tanpa pengawasan memicu kebakaran SDN 1 Jatiprahu Trenggalek
Pembakaran sampah tanpa pengawasan memicu kebakaran SDN 1 Jatiprahu Trenggalek

TRENGGALEK, bioztv.idNiat membersihkan sampah justru berujung petaka. Aktivitas membakar sampah tanpa pengawasan di belakang SDN 1 Jatiprahu, Kecamatan Karangan, Trenggalek, memicu kebakaran pada Sabtu (5/9/2026) sore.

Api dari tumpukan sampah merambat melalui pelepah pisang kering. Tiupan angin membuat kobaran api bergerak cepat hingga mencapai bangunan sekolah.

Kobaran api kemudian membakar satu ruang kelas berukuran 5 x 3 meter. Damkar Trenggalek memperkirakan kebakaran menimbulkan kerugian material sekitar Rp10 juta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Non Kebakaran Damkar Trenggalek, Ahmad Samsuri, mengatakan petugas menduga pembakaran sampah menjadi sumber awal api.

“Dugaan sementara, api merambat melalui pelepah pisang kering yang tertiup angin hingga akhirnya membakar bangunan sekolah,” ujar Ahmad Samsuri.

Penjaga Sekolah Tinggalkan Api yang Belum Padam

Laporan Damkar Trenggalek mencatat penjaga sekolah bernama Febri membakar tumpukan sampah sekitar pukul 16.00 WIB.

Febri kemudian meninggalkan lokasi sebelum memastikan api benar-benar padam.

Pelepah pisang kering di sekitar titik pembakaran mempercepat rambatan api. Angin sore juga mendorong kobaran api menuju dinding dan atap ruang kelas.

Sekitar pukul 17.30 WIB, Mairan (58), warga RT 13/RW 05 Desa Jatiprahu, melihat asap hitam dan kobaran api saat melintas sepulang dari sawah.

Mairan langsung berteriak meminta bantuan. Warga sekitar kemudian bergotong royong memadamkan api menggunakan selang air permukiman.

Warga juga segera menghubungi Damkar Trenggalek.

Damkar Tiba Enam Menit Setelah Laporan

Mako Damkar Trenggalek menerima laporan kebakaran pada pukul 17.54 WIB.

Lima menit kemudian, tepat pukul 17.59 WIB, armada pemadam berangkat menuju lokasi.

Petugas tiba di SDN 1 Jatiprahu pada pukul 18.05 WIB.

Damkar mengerahkan tujuh personel dan satu unit mobil pompa pemadam bernomor polisi AG 8249 YP.

“Tim kami tiba di lokasi dan langsung mengulur selang untuk memblokir penyerapan api ke bangunan lain,” jelas Ahmad.

Petugas langsung memadamkan kobaran api. Mereka juga menyiram area sekitar untuk mencegah bara kembali menyala.

Tim Damkar menyelesaikan penanganan pada pukul 18.50 WIB. Petugas menghabiskan sekitar 4.000 liter air selama proses pemadaman dan pembasahan.

Api Bakar Satu Kelas, Damkar Selamatkan Aset Rp120 Juta

Kobaran api menghanguskan satu ruang kelas berukuran 5 x 3 meter.

Namun, warga bersama petugas Damkar berhasil menghentikan rambatan api. Mereka mencegah kobaran menjalar ke bangunan sekolah lainnya.

Kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Damkar Trenggalek menghitung kerugian material sekitar Rp10 juta.

Di sisi lain, petugas menyelamatkan aset bangunan sekolah yang nilainya lebih dari Rp120 juta dari ancaman kerusakan yang lebih besar.

Kecepatan warga melawan api dan respons petugas Damkar menjadi faktor penting dalam menekan kerugian.

Damkar Ingatkan Warga Jangan Tinggalkan Api

Damkar Trenggalek mengingatkan masyarakat agar selalu mengawasi pembakaran sampah hingga api benar-benar padam.

Warga juga perlu memperhatikan kondisi sekitar sebelum menyalakan api. Tumpukan bahan kering dan tiupan angin dapat mempercepat rambatan api.

Kasus di SDN 1 Jatiprahu menunjukkan bagaimana api dari tumpukan sampah dapat menjalar ke fasilitas pendidikan hanya dalam waktu singkat.

Aktivitas yang semula bertujuan membersihkan sampah akhirnya membakar satu ruang kelas dan menimbulkan kerugian sekitar Rp10 juta.

Damkar meminta masyarakat tidak meremehkan aktivitas pembakaran sampah, terutama saat kondisi lingkungan kering dan angin bertiup kencang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa warga harus memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.(CIA)

Views: 72