TRENGGALEK, bioztv.id – Kelalaian saat memadamkan api pembakaran singkong memicu kebakaran di kompleks TK Dharma Wanita 1 Jatiprahu, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (5/9/2026) sore. Bangunan yang terbakar ini berada dalam komplek SDN 1 Jatiprahu.
Api yang semula dianggap sudah padam ternyata kembali membara dan merambat ke bangunan sekolah.
Angin kencang mendorong lidah api dari area belakang sekolah menuju bangunan utama. Material kering di sekitar lokasi membuat api semakin cepat menjalar.
Kobaran api kemudian menghanguskan dua ruangan yang sekolah gunakan sebagai gudang penyimpanan. Pihak sekolah tidak menggunakan kedua ruangan itu untuk kegiatan belajar mengajar (KBM), sehingga kebakaran tidak menimbulkan korban siswa.
Damkar Trenggalek menaksir kerugian material mencapai Rp10 juta.
Di sisi lain, warga dan petugas berhasil menyelamatkan aset gedung sekolah senilai lebih dari Rp120 juta dari ancaman kebakaran yang lebih luas.
Sumber Api Ditinggalkan Usai Bakar Singkong
Insiden bermula ketika penjaga sekolah, Febri, membakar singkong bersama sejumlah anak di area belakang kompleks sekolah sekitar pukul 16.00 WIB.
Lokasi pembakaran berbatasan langsung dengan kawasan persawahan.
Setelah selesai membakar dan menyantap singkong bersama anak-anak, Febri meninggalkan lokasi. Ia mengira api sudah benar-benar padam.
Namun, bara yang tertutup tumpukan abu kembali menyala.
“Sekitar pukul 16.00 WIB saya membakar singkong bersama anak-anak. Setelah selesai, kami makan bersama, lalu saya pulang karena merasa sudah mematikan api,” tutur Febri.
Sekitar satu setengah jam kemudian, bara tersebut berkembang menjadi kobaran api.
Warga yang baru pulang dari sawah melihat kepulan asap hitam dan api dari belakang kompleks sekolah sekitar pukul 17.30 WIB.
Warga langsung berlari menuju lokasi. Mereka bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Warga Pergoki Api Sudah Menjangkau Bangunan
Saat warga tiba, api sudah menjalar hingga menyentuh dinding dan atap bangunan sekolah.
Warga kemudian menyiram api secara swadaya sambil menghubungi tim Pemadam Kebakaran Trenggalek.
Febri membenarkan bahwa para petani yang pulang dari sawah menjadi orang pertama yang melihat kebakaran.
“Para warga yang pulang dari sawah yang justru pertama kali melihat kebakaran tersebut,” ungkapnya.
Warga terus menyiramkan air untuk menahan rambatan api sebelum armada Damkar tiba.
Mako Damkar Trenggalek menerima laporan darurat pada pukul 17.54 WIB.
Lima menit kemudian, tepat pukul 17.59 WIB, tim Damkar berangkat menuju lokasi dan tiba pada pukul 18.05 WIB.
Sebanyak tujuh personel langsung menyemprotkan air menggunakan satu unit mobil pompa pemadam kebakaran.
Dua Gudang Rusak, Ruang Belajar Utama Selamat
Petugas Damkar segera menggelar selang dan memadamkan titik api utama.
Setelah itu, petugas membasahi area sekitar untuk memastikan bara tidak kembali menyala dan memicu kebakaran susulan.
Tim menyelesaikan seluruh operasi pemadaman pada pukul 18.50 WIB. Petugas menghabiskan sekitar 4.000 liter air.
Api merusak dua ruangan yang berfungsi sebagai gudang penyimpanan perlengkapan sekolah.
Respons cepat warga dan petugas berhasil melindungi ruang kelas utama sehingga kebakaran tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Berdasarkan pemeriksaan awal Damkar Trenggalek, pelepah pisang kering di sekitar lokasi pembakaran ikut mempercepat rambatan api.
Angin sore mendorong kobaran api melewati pelepah pisang hingga mencapai dinding gudang.
Kerugian Rp10 Juta, Aset Rp120 Juta Terselamatkan
Api merusak dua struktur bangunan gudang sekolah.
Tim Damkar memperkirakan kerugian material mencapai sekitar Rp10 juta.
Namun, warga dan petugas Damkar bergerak cepat sehingga berhasil menyelamatkan bangunan sekolah lainnya yang memiliki nilai aset lebih dari Rp120 juta.
Kesiapsiagaan para petani yang melintas dari sawah turut membantu mencegah api menyebar ke seluruh kompleks sekolah.(CIA)
Views: 20
















