Usung Konsep Zaman Dulu, 188 UMKM Lokal Ramaikan Pasar Rakyat Hari Jadi Trenggalek 2026

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idSebanyak 188 pelaku UMKM lokal Kabupaten Trenggalek meramaikan Pasar Rakyat dalam rangka Hari Jadi ke-832 Trenggalek. Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan panitia tidak hanya mengejar perputaran ekonomi warga, tetapi juga memperketat pengelolaan sampah selama acara berlangsung.

Pasar rakyat berlangsung pada 20–30 Agustus 2026 dengan mengusung konsep nostalgia “Trenggalek Zaman Dahulu”. Puluhan stan menghadirkan jajanan tradisional sekaligus suasana tempo dulu. Para pedagang juga mengenakan pakaian adat dan busana jadul untuk memperkuat atmosfer acara.

Pimpinan Event Organizer Menak Sopal Group, Khusnudin, mengatakan UMKM lokal mengisi mayoritas stan dalam gelaran tersebut.

“Pelaku UMKM lokal mendominasi lokasi dengan menerjunkan sekitar 188 peserta. Sementara itu, kami menyiapkan sekitar 18 stan khusus berkonsep jadul,” terang Khusnudin, Kamis (20/8/2026).

188 UMKM Lokal Ramaikan Pasar Rakyat

Selain melibatkan 188 pelaku UMKM lokal, panitia juga menghadirkan sekitar 98 pelaku usaha dari luar Trenggalek.

Dari total 230 stan, panitia menyediakan sebagian area untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD). OPD kemudian dapat memberikan stan tersebut kepada masyarakat kurang mampu atau kelompok usaha yang membutuhkan ruang berjualan.

“Kami menyisihkan sekitar 30 stan untuk OPD agar mereka bagikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” jelas Khusnudin.

Konsep tersebut membuat pasar rakyat tidak sekadar menjadi arena hiburan. Momentum Hari Jadi Trenggalek juga membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk bertemu langsung dengan calon pembeli.

Khusnudin menjelaskan, panitia memilih tema “Trenggalek Zaman Dahulu” untuk menghidupkan kembali memori kolektif sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap sejarah daerah.

“Kami ingin memboyong atmosfer Trenggalek masa lalu ke tengah masyarakat, agar rasa kepedulian dan kecintaan kita pada sejarah daerah kembali tumbuh,” tambahnya.

DLH Tekankan Prinsip ‘Sampahku Tanggung Jawabku’

Aktivitas jual beli selama sepuluh hari berpotensi meningkatkan volume sampah di sekitar lokasi acara.

Untuk mengantisipasinya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Trenggalek meminta pedagang tidak menyerahkan seluruh persoalan sampah kepada petugas kebersihan.

Asisten Perekonomian Setda Trenggalek sekaligus Plt Kepala DLH Trenggalek, Cusi Kurniawati, meminta setiap peserta bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan.

“Setiap elemen harus menanamkan prinsip ‘sampahku tanggung jawabku, dan sampahmu tanggung jawabmu’,” tegas Cusi.

DLH meminta setiap pemilik stan menyediakan kantong sampah sendiri. Setelah pedagang mengumpulkan sampah, tim kebersihan DLH akan mengangkutnya menuju titik pengumpulan komunal.

Panitia juga menempatkan puluhan tong sampah di sejumlah titik strategis.

Khusnudin memastikan panitia mengerahkan tim khusus untuk menangani sampah selama pasar rakyat berlangsung.

“Kami menyediakan tong-tong penampungan limbah dan menerjunkan tim khusus untuk memobilisasi sampah setiap hari,” janji Khusnudin.

Pedagang Dilarang Ganggu Akses Sekolah dan Fasilitas Umum

Pemkab Trenggalek juga mengatur posisi lapak agar kegiatan perdagangan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Salah satu perhatian utama berada di sekitar SMPN 3 Trenggalek yang tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar pada pagi hari.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Komindag) Trenggalek, Saniran, melarang pedagang memasang tenda di area yang mengganggu aktivitas siswa. Panitia juga harus menjaga akses fasilitas umum, termasuk mesin ATM.

“Anak-anak sekolah tetap beraktivitas pada pagi hari, jadi kami melarang pendirian tenda di area tersebut. Pedagang hanya boleh beroperasi pada malam hari,” tegas Saniran.

Pemkab juga meminta pedagang mengosongkan area depan Pendopo Trenggalek karena lokasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan seremonial Hari Jadi.

Aturan tersebut menunjukkan bahwa Pemkab tidak hanya mengejar geliat ekonomi, tetapi juga menjaga kenyamanan masyarakat yang menggunakan fasilitas publik.

Pemkab Dorong Kolaborasi UMKM

Saniran menilai Pasar Rakyat Hari Jadi ke-832 Trenggalek menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan UMKM.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dapat menciptakan efek ganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.

“Kami menyakini Trenggalek akan bangkit lebih cepat melalui kolaborasi antarkomunitas,” ungkap Saniran.

Ia berharap jejaring tersebut terus berjalan setelah pasar rakyat berakhir agar UMKM Trenggalek tidak hanya ramai saat momentum hari jadi.

“UMKM menyatu dalam kegiatan ini, menciptakan suasana guyub rukun yang berdampak langsung pada perekonomian warga,” imbuhnya.

Konser Amal Opick Jadi Penutup

Pasar Rakyat Hari Jadi ke-832 Trenggalek mengangkat tema besar “Hambeging Bumi”.

Panitia akan menutup rangkaian acara pada 30 Agustus 2026 dengan konser kemanusiaan dan amal bersama penyanyi religi Opick.

Panitia bekerja sama dengan Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Trenggalek untuk menyalurkan hasil donasi konser kepada warga terdampak konflik di Palestina serta korban bencana di Sumatra dan Nusa Tenggara Timur (NTT).(CIA)

Views: 5