TRENGGALEK, bioztv.id — Harapan baru untuk mengangkat prestasi olahraga di Bumi Menak Sopal mulai menguat. Doding Rahmadi resmi memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Trenggalek periode 2026–2028 usai menjalani pelantikan di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kamis (23/4/2026).
Tanpa menunggu lama, Doding langsung memasang target ambisius. Ia menargetkan kontingen Trenggalek keluar dari posisi juru kunci pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Gaspol Pembinaan Atlet Mulai Mei 2026
Usai pelantikan, Doding langsung menggenjot program pembinaan atlet secara terstruktur. Ia menyiapkan pemusatan latihan khusus bagi atlet peraih medali pada Porprov sebelumnya.
Program latihan intensif ini akan berjalan selama satu tahun penuh, mulai Mei 2026.
“Kami ingin menjaga performa atlet tetap stabil agar mereka siap tampil maksimal sebagai duta Trenggalek di Porprov,” ujar Doding.
Strategi Pemetaan Cabor Jadi Andalan
Selain fokus pada latihan, Doding juga menyusun strategi berbasis data dengan memetakan cabang olahraga (cabor). Ia membagi cabor ke dalam tiga kategori: unggulan, prestasi, dan harapan.
Langkah ini menjadi kunci dalam menentukan prioritas pembinaan sekaligus memastikan anggaran tepat sasaran.
“Cabor unggulan harus mempertahankan bahkan menambah medali. Sementara itu, kami tetap mendorong cabor lain untuk berkembang,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pembagian kategori ini akan berpengaruh langsung pada alokasi anggaran pembinaan atlet.
Transparansi dan Sinergi Jadi Kunci
Doding, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Trenggalek, menekankan pentingnya sinergi antar pengurus cabang olahraga. Ia berkomitmen membangun komunikasi terbuka demi mendukung kesiapan atlet.
“Saya ingin semua proses berjalan transparan. Kita harus menjaga komunikasi agar persiapan atlet benar-benar matang,” tegasnya.
Dengan strategi tersebut, ia optimistis Trenggalek mampu memperbaiki posisi klasemen, minimal menembus papan tengah.
Dukungan dan Catatan dari KONI Jatim
Ketua Umum KONI Jawa Timur, Mochamad Nabil, turut menyoroti capaian Trenggalek yang masih berada di posisi terbawah dalam dua edisi Porprov terakhir. Ia menekankan pentingnya konsistensi pembinaan dan frekuensi pertandingan.
“Latihan saja tidak cukup. Atlet harus sering bertanding untuk meningkatkan jam terbang dan mental kompetisi,” kata Nabil.
Ia menilai kepemimpinan Doding menjadi momentum penting untuk perubahan. “Semangat ketua baru ini menjadi sinyal positif. Sekarang tinggal menjaga konsistensi,” tambahnya.
Fokus Medali dan Tekan Atlet Impor
KONI Jatim juga mendorong Trenggalek untuk fokus pada cabor dengan peluang medali tinggi, terutama nomor individu dan terukur. Nabil mengingatkan agar daerah tidak bergantung pada atlet luar.
“Kami masih memaklumi mutasi antar-daerah di Jawa Timur. Namun, kami akan membatasi penggunaan atlet dari luar provinsi,” tegasnya.
Ia memastikan KONI Jatim siap memberikan dukungan penuh bagi Trenggalek.
“Kami siap mendampingi. Trenggalek bisa memaparkan rencana kerja di Surabaya, atau kami datang langsung ke sini,” pungkasnya.(CIA)
Views: 26
















