Dishub Trenggalek Tahan Operasional Angkutan Pelajar, Pilih Survei Dulu Agar Tepat Sasaran

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idLayanan angkutan antar-jemput pelajar gratis di Kabupaten Trenggalek belum juga meluncur hingga pertengahan April 2026. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Trenggalek sengaja menunda operasional armada tahun ini demi menjalankan strategi baru: melakukan survei minat siswa sebelum menentukan rute.

Langkah ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dishub tidak ingin sekadar menjalankan kendaraan, melainkan ingin memastikan setiap rupiah anggaran terserap secara efektif sesuai kebutuhan riil siswa di lapangan.

Ubah Pola: Survei Minat Dahulu, Operasional Kemudian

Kepala Bidang Angkutan Dishub Trenggalek, Budi Supriyanto, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini Dishub belum menurunkan satu pun armada ke jalan, baik kendaraan dinas maupun angkutan sewa.

“Sampai hari ini, kami memang belum melaksanakan pelayanan angkutan pelajar. Tahun ini kami mengubah pola dengan melakukan survei peminatan terlebih dahulu agar layanan benar-benar tepat sasaran,” ungkap Budi.

Biasanya, Dishub sudah mulai mengoperasikan angkutan pelajar sejak bulan Maret. Namun, melalui survei yang akan digelar dalam waktu dekat, Dishub ingin mengumpulkan data dasar yang kuat untuk menentukan titik penjemputan, rute perjalanan, hingga jumlah armada di setiap wilayah.

Komitmen Jangkau Wilayah Pelosok

Meski menunda operasional, Dishub tetap berkomitmen menjangkau seluruh wilayah Trenggalek. Mereka tidak hanya memprioritaskan area pusat kota, tetapi juga memastikan siswa di kecamatan yang jauh dari pusat pemerintahan tetap mendapatkan layanan.

“Kami melayani seluruh wilayah di Trenggalek. Kecamatan yang jauh dari kota maupun wilayah kota tetap menjadi prioritas kami,” tambah Budi.

Siapkan Anggaran Rp1,3 Miliar untuk 40 Armada

Untuk menjalankan program ini, Dishub Trenggalek menyiapkan total 40 armada, yang terdiri dari:

  • 4 unit kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten
  • 36 unit angkutan sewa yang menggandeng pihak ketiga atau angkutan umum lokal

Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,3 miliar untuk membiayai operasional angkutan pelajar selama satu tahun ke depan. Anggaran ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan transportasi yang aman bagi para siswa.

Menargetkan Efisiensi untuk 800 Siswa

Secara historis, layanan angkutan pelajar di Trenggalek mampu mengangkut 750 hingga 800 siswa setiap hari. Namun, Dishub mencermati dinamika di lapangan, di mana jumlah penumpang kerap berubah.

“Seringkali siswa berangkat menggunakan angkutan pelajar, tetapi saat pulang mereka memilih cara lain. Karena jumlahnya dinamis, survei ini penting untuk memetakan perilaku tersebut,” jelas Budi.

Sejauh ini, Dishub mencatat Kecamatan Trenggalek, Munjungan, dan Panggul sebagai wilayah dengan kepadatan penumpang tertinggi. Melalui pola baru ini, Dishub optimistis dapat meningkatkan efisiensi layanan, menekan pemborosan anggaran, dan menghadirkan solusi transportasi yang lebih tepat guna bagi masyarakat.(CIA)

Views: 32