5 Bulan Terakhir, 81 Anak di Trenggalek Jadi Korban Kecelakaan Lalu Lintas

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Satlantas Polres Trenggalek terus menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak-anak dan pelajar di Kabupaten Trenggalek. Selama lima bulan pertama tahun 2026, polisi mencatat sebanyak 81 anak menjadi korban kecelakaan jalan raya.

Meski angka tersebut menurun dibanding periode yang sama tahun lalu, kepolisian tetap menganggap tingginya keterlibatan pelajar dalam kecelakaan sebagai sinyal bahaya yang harus segera ditekan.

Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Soni Suhartanto, mengatakan kelompok usia muda dan anak sekolah masih mendominasi daftar korban kecelakaan di wilayahnya.

“Jika kita bandingkan dengan lima bulan pertama tahun 2025, angka kecelakaan tahun ini sebenarnya mengalami penurunan. Namun, hasil evaluasi kami menunjukkan bahwa anak-anak muda dan anak sekolah tetap mendominasi daftar korban,” ujar AKP Soni Suhartanto.

Datangi Tempat Nongkrong Remaja

Untuk menekan angka kecelakaan pelajar, Satlantas Polres Trenggalek kini mengubah strategi pendekatan dengan mendatangi langsung lokasi berkumpulnya anak muda.

Petugas tidak hanya memberikan sosialisasi di sekolah, tetapi juga masuk ke kafe dan titik nongkrong remaja untuk menyampaikan edukasi keselamatan berkendara.

“Pada tahun 2026 ini, kami sengaja membidik sekolah-sekolah dan tempat berkumpulnya anak muda seperti kafe untuk menyosialisasikan keselamatan berlalu lintas,” jelasnya.

Selain turun langsung ke lapangan, kepolisian juga memanfaatkan media sosial untuk memperluas kampanye keselamatan berkendara.

Tim kreatif Polres Trenggalek bahkan membuat konten edukasi dengan pendekatan yang lebih ekstrem agar mampu menarik perhatian generasi muda.

“Kami terus memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Kadang kami mengemas konten tersebut secara lebih ekstrem agar masyarakat benar-benar sadar betapa pentingnya keselamatan berlalu lintas,” katanya.

Polisi Soroti Pelanggaran Helm

AKP Sani menilai kesadaran masyarakat dalam menggunakan helm masih rendah. Padahal, helm menjadi perlindungan utama untuk mengurangi risiko cedera kepala berat saat kecelakaan terjadi.

“Kami masih sering menemukan pelanggaran kasat mata seperti pengendara yang tidak menggunakan helm. Perilaku ini sangat berbahaya karena jika terjadi kecelakaan, tingkat fatalitasnya bisa sangat tinggi,” tegasnya.

Karena itu, polisi meminta masyarakat mulai membangun kebiasaan disiplin memakai helm meski hanya berkendara jarak dekat.

“Minimal pakai helm dulu sebagai pelindung kepala. Walaupun pengendara mungkin belum memiliki SIM atau lupa membawa surat kendaraan, penggunaan helm jauh lebih utama untuk mengurangi risiko fatal saat terjadi benturan,” imbuhnya.

Sasar Sekolah hingga Pelosok Desa

Satlantas Polres Trenggalek memastikan kegiatan edukasi keselamatan lalu lintas tidak hanya berlangsung di kawasan kota.

Personel Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) secara rutin mendatangi sekolah-sekolah di desa dan seluruh kecamatan di Trenggalek untuk memberikan sosialisasi.

“Kami menggelar kegiatan sosialisasi ini secara terencana dan periodik. Jangkauan tim kami tidak hanya menyasar wilayah kota, melainkan menyisir hingga ke area desa dan pelosok kecamatan,” terang AKP Sani.

Melalui gerakan edukasi tersebut, polisi berharap masyarakat semakin sadar pentingnya keselamatan berkendara sehingga angka kecelakaan pelajar di Trenggalek terus menurun sepanjang 2026.(CIA)

Views: 3