TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, di tengah ekspansi tersebut, pemerintah masih harus menyelesaikan pekerjaan rumah besar, yakni memastikan seluruh dapur penyedia makanan mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Hingga Januari 2026, pengelola program telah mengoperasikan 53 dapur MBG di berbagai wilayah Kabupaten Trenggalek. Meski jumlah dapur terus bertambah, pemerintah masih menjalankan proses pemenuhan sertifikasi secara bertahap.
Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Trenggalek, Saeroni, menyampaikan bahwa proses sertifikasi menunjukkan tren positif. Jumlah dapur bersertifikat meningkat dari tiga menjadi tujuh unit.
“Ada perkembangan signifikan. Saat ini tujuh dapur sudah mengantongi sertifikat, meningkat dari sebelumnya yang hanya tiga dapur,” ujar Saeroni, Kamis (22/1/2026).
Standar Higiene Terpenuhi, Administrasi Masih Menghambat
Saeroni menegaskan bahwa sebagian besar dapur MBG sebenarnya telah memenuhi standar kesehatan secara teknis. Satgas MBG telah melatih para penjamah makanan secara profesional, sementara Dinas Kesehatan rutin melakukan inspeksi lapangan.
“Petugas sudah kami latih, dan Dinas Kesehatan terus melakukan inspeksi lingkungan. Prinsip higiene dan sanitasi pada dasarnya sudah terpenuhi,” tegasnya.
Namun, pengelola dapur masih menghadapi kendala administratif, khususnya dalam pengurusan legalitas badan usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang terintegrasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
“Pengelola harus mengurus legalitas melalui OSS, kemudian menjalani verifikasi PTSP, sebelum akhirnya mendapatkan rekomendasi teknis dari Dinas Kesehatan. Proses inilah yang memerlukan waktu,” jelas Saeroni.
Pemkab Percepat Pendampingan demi Kejar Target
Untuk mempercepat proses tersebut, Pemerintah Kabupaten Trenggalek melakukan pendampingan intensif. Satgas MBG menggandeng Dinas Kesehatan dan PTSP untuk membantu yayasan pengelola dapur melengkapi dokumen administrasi.
“Kami aktif berkoordinasi. Jika ada kekurangan berkas, kami langsung menyampaikannya agar pengelola segera melengkapi,” tambahnya.
Meski proses sertifikasi masih berjalan, Saeroni memastikan dapur MBG tetap beroperasi normal tanpa sanksi. Ia menegaskan bahwa keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama. Selain itu, aliran anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang sempat tersendat kini sudah kembali lancar.
Target Layani 170 Ribu Penerima Manfaat
Program nasional MBG menargetkan sekitar 170 ribu penerima manfaat di Kabupaten Trenggalek. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah menargetkan 80 dapur MBG dapat beroperasi penuh.
Dengan 53 dapur yang sudah aktif, progres program MBG di Trenggalek kini telah melampaui setengah dari target yang ditetapkan.
“Target kami 80 dapur. Dengan capaian saat ini, progres sudah lebih dari 50 persen. Kami akan terus mempercepat sertifikasi seiring bertambahnya jumlah dapur,” pungkas Saeroni(CIA)
Views: 25

















