Bawa Misi Reformasi, Doding Rahmadi Resmi Incar Kursi Ketua KONI Trenggalek demi Porprov 2027

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idSuhu politik olahraga di Kabupaten Trenggalek kian memanas. Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) periode 2026–2028. Ia tidak sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi membawa agenda besar untuk mereformasi tata kelola olahraga daerah secara menyeluruh.

Doding mengaku melangkah maju setelah menerima dorongan kuat dari berbagai cabang olahraga (cabor). Para pengurus cabor mendesaknya melakukan perubahan nyata karena prestasi olahraga Trenggalek masih tertahan di papan bawah pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur sebelumnya.

“Ini bukan soal perebutan jabatan. Teman-teman cabor menyampaikan harapan besar agar olahraga Trenggalek bisa naik kelas. Kami ingin memperbaiki sistem secara nyata agar atlet dan pelatih benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Doding saat mendaftar, Sabtu (24/1/2026).

Lima Agenda Besar untuk Dongkrak Prestasi

Jika memimpin KONI, Doding menyiapkan lima agenda utama untuk membenahi prestasi olahraga Trenggalek, meliputi:

  1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas atlet.
  2. Meningkatkan kompetensi pelatih.
  3. Membenahi sarana dan prasarana olahraga.
  4. Memperkuat tata kelola dan akuntabilitas organisasi.
  5. Menguatkan sinergi lintas pemangku kepentingan.

Ia menilai pembinaan olahraga selama ini belum berjalan maksimal karena organisasi kurang transparan dan perencanaan tidak matang.

“KONI harus berjalan profesional dan akuntabel. Kita wajib menyusun rencana yang jelas, terukur, dan terbuka,” tegasnya.

Doding Akui Fasilitas Olahraga Trenggalek Masih Tertinggal

Doding secara terbuka mengakui keterbatasan infrastruktur olahraga di Trenggalek. Ia menyebut banyak fasilitas belum memenuhi standar nasional, mulai dari stadion sepak bola, lapangan basket, GOR Gajah Putih, hingga belum tersedianya kolam renang yang representatif.

“Kita harus jujur, Trenggalek masih tertinggal dari daerah lain dalam hal fasilitas. Sulit mendorong prestasi jika infrastruktur tidak mendukung,” kata Doding.

Meski demikian, ia optimistis pembentukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) khusus pemuda dan olahraga akan mempercepat pembangunan sarana olahraga ke depan.

Bergerak Cepat Menuju Porprov 2027

Doding menegaskan bahwa waktu menjadi tantangan utama bagi kepengurusan KONI ke depan. Ia meminta pengurus baru segera menyusun grand design pembinaan atlet dan strategi anggaran, mengingat tahapan Musrenbang RKPD hanya berlangsung hingga Maret 2026.

“Februari dan Maret adalah fase krusial. Jika kita salah langkah sekarang, peluang memperbaiki prestasi Trenggalek di Porprov 2027 bisa hilang,” tegasnya.

Menanggapi keterbatasan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk 32 cabor pada 2026, Doding menolak pola pembagian anggaran secara merata.

“Anggaran harus mengikuti program dan target prestasi. Dengan perencanaan yang jelas, dana terbatas tetap bisa dikelola secara efektif,” tambahnya.

Pendaftar Pertama Bursa Ketua KONI

Ketua Tim Pendaftaran Musorkablub KONI Trenggalek, Damri Sutrasno, memastikan bahwa Doding Rahmadi menjadi kandidat pertama yang menyerahkan berkas pendaftaran.

“Hari ini Pak Doding menyerahkan berkas sesuai prosedur. Hingga saat ini, beliau menjadi satu-satunya calon yang resmi mendaftar,” ujar Damri.

Panitia akan menutup pendaftaran bakal calon pada 26 Januari 2026 pukul 14.00 WIB. Setelah menyelesaikan verifikasi administrasi, panitia akan menetapkan Ketua KONI Trenggalek definitif melalui Musorkablub pada 31 Januari 2026.(CIA)

Views: 14