Krisis Pemimpin? Lowongan Ketua KONI Trenggalek Masih Nol Pendaftar Jelang Musorkablub

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idDunia olahraga Kabupaten Trenggalek tengah menghadapi situasi pelik. Meski panitia telah menjalankan tahapan penjaringan lebih dari sepekan, hingga pertengahan Januari 2026 belum satu pun tokoh mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum KONI Trenggalek.

Padahal, panitia telah menjadwalkan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) pada 31 Januari 2026. Melalui agenda ini, KONI Trenggalek berupaya mencari pemimpin baru untuk melanjutkan sisa masa jabatan Nurhadi, yang mengundurkan diri sejak Agustus 2025.

Pendaftaran Sepi, Panitia Berpacu dengan Waktu

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Trenggalek, Adit Suparno, membenarkan bahwa hingga saat ini belum ada pendaftar. Panitia sebenarnya telah membuka pendaftaran sejak 5 Januari 2026, namun kursi calon ketua tetap kosong.

“Hingga hari ini, 14 Januari, belum ada satu pun yang mendaftar. Kami masih membuka pendaftaran sampai 26 Januari pukul 14.00 WIB,” kata Adit, Rabu (14/1/2026).

Kondisi ini mulai mengkhawatirkan. Organisasi olahraga daerah membutuhkan kepastian pemimpin definitif agar program pembinaan atlet dan agenda kompetisi tidak mandek.

Jadwal Padat dan Batas Jabatan Plt Menekan Panitia

Adit mengaku menghadapi keterbatasan waktu yang cukup ketat. Berdasarkan surat keputusan, masa tugasnya sebagai Plt Ketua KONI akan berakhir pada 22 Maret 2026.

Jika Musorkablub kembali molor, panitia harus berhadapan dengan kalender yang semakin sempit. “Februari sudah memasuki Ramadan, lalu Maret mendekati Lebaran. Setelah itu masa tugas saya habis. Waktunya benar-benar mepet,” tegas Adit.

Apabila hingga penutupan pendaftaran tidak ada calon yang muncul, KONI Trenggalek harus menyerahkan persoalan kepemimpinan kepada KONI Provinsi Jawa Timur. Langkah ini menjadi opsi terakhir yang dinilai kurang ideal karena mengurangi kemandirian organisasi olahraga daerah.

Syarat Administratif Ringan, Komitmen Jadi Penentu

Adit menegaskan bahwa syarat pencalonan Ketua KONI tidaklah rumit. Calon hanya perlu berstatus Warga Negara Indonesia ber-KTP Trenggalek, sehat jasmani dan rohani, serta mengantongi rekomendasi minimal dari satu cabang olahraga (cabor).

Namun, menurutnya, kelengkapan berkas bukan faktor utama.

“Yang paling penting adalah komitmen. Kami mencari figur yang punya waktu, energi, dan keseriusan untuk mengopeni seluruh cabor. AD/ART KONI 2020 tidak membatasi latar belakang. Baik dari TNI, Polri, ASN, maupun kader partai politik, semuanya memiliki peluang yang sama,” jelasnya.

KONI Butuh Pemimpin Grecep, Bukan Sekadar Pajangan

Menghadapi tantangan olahraga yang semakin kompleks pada 2026, KONI Trenggalek membutuhkan pemimpin yang aktif dan responsif. Adit menekankan pentingnya ketua yang mau turun langsung ke lapangan.

“Kami butuh figur yang grecep, mau hadir di tengah-tengah cabor, mendampingi atlet, dan tidak hanya bekerja di balik meja atau sekadar mendelegasikan tugas,” pungkasnya.

Kini, publik olahraga Trenggalek menunggu jawaban: apakah akan muncul figur penyelamat di detik-detik akhir pendaftaran, atau KONI Trenggalek justru harus menghadapi ketidakpastian kepemimpinan yang lebih panjang.(CIA)

Views: 18