Jadi Inspirasi Umat, PKB Trenggalek Syukuran Gelar Pahlawan Gus Dur, Syaikhona Kholil & Marsinah

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Trenggalek menggelar syukuran untuk merayakan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada tiga tokoh penting Indonesia: Syaikhona Kholil Bangkalan, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Marsinah.

Di balik acara itu, PKB Trenggalek menegaskan komitmennya agar pemerintah tidak berhenti pada seremoni. PKB mendesak pemerintah menerjemahkan nilai-nilai perjuangan ketiga tokoh tersebut ke dalam kebijakan konkret, terutama pada isu perburuhan, kesejahteraan rakyat kecil, dan keteladanan kepemimpinan nasional.

Ketua DPC PKB Trenggalek, Sukarodin, menilai penganugerahan gelar tersebut mengandung pesan moral kuat yang harus pemerintah wujudkan melalui tindakan nyata.

“Syukuran kali ini kita lakukan untuk mensyukuri penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona Kholil Bangkalan, Gus Dur, dan Marsinah. Ketiga tokoh ini memberikan inspirasi besar bagi umat dan rakyat Indonesia,” ujar Sukarodin.

Marsinah: PKB Minta Pemerintah Serius Melindungi Hak Buruh

Dalam penjelasannya, Sukarodin menyoroti sosok Marsinah, aktivis buruh yang rezim lama bunuh secara keji pada 1993. Ia menyebut keberanian Marsinah dalam memperjuangkan hak buruh tetap relevan dan harus menjadi alarm bagi pemerintah.

“Marsinah itu tokoh buruh. Ekonominya lemah, tetapi ia masih menyempatkan diri mengadvokasi buruh yang ditangkap saat itu. Dua hari setelah ia memberikan advokasi, orang menemukan beliau meninggal dengan wajah rusak tidak karu-karuan,” tegas Sukarodin.

Ia meminta pemerintah menindaklanjuti pengakuan negara terhadap Marsinah dengan komitmen nyata untuk memperbaiki nasib buruh.

“Setelah negara menobatkan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional, pemerintah wajib bergerak. Pemerintah harus memastikan kesejahteraan pekerja, jaminan kesehatan, dan jaminan ketenagakerjaan berjalan. Tidak boleh ada satu pun pekerja yang hidup tanpa perlindungan,” tegasnya.

Sukarodin juga menyampaikan bahwa PKB Trenggalek sudah memberikan mandat kepada 11 anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa di DPRD Trenggalek untuk memperjuangkan kebijakan perburuhan yang lebih adil, termasuk mengawasi pelaksanaan Upah Minimum Regional (UMR).

Syaikhona Kholil: Ulama yang Menghidupkan Tradisi Kebijaksanaan Nusantara

Sukarodin turut menyoroti peran besar Syaikhona Kholil Bangkalan, ulama besar kelahiran 1820 yang menjadi guru bagi tokoh-tokoh pendiri organisasi keagamaan besar.

“Beliau sangat alim dan layak kita jadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau memberikan inspirasi dan semangat perjuangan dalam merebut kemerdekaan,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari, juga berguru langsung kepada Syaikhona Kholil. Menurut Sukarodin, ketokohan Syaikhona Kholil mengingatkan bangsa bahwa sumber kebijaksanaan lahir dari pesantren dan tradisi keilmuan Nusantara.

Gus Dur: Warisan Keteladanan dan Dampak Ekonomi yang Tetap Hidup

Untuk sosok Gus Dur, Sukarodin menilai keteladanan Presiden RI ke-4 tersebut tetap hidup dan bahkan memberi dampak ekonomi hingga sekarang.

“Semua orang tahu Gus Dur pendiri PKB dan tokoh yang sangat disegani oleh kalangan NU dan non-muslim. Meskipun beliau sudah wafat, beliau masih menghidupi ribuan orang,” ujarnya.

Ia mencontohkan geliat ekonomi di sekitar makam Gus Dur di Jombang, yang kini menjadi pusat perputaran ekoomi rakyat.

“Coba lihat sekitar makam Gus Dur. Banyak pedagang berjajar. Aktivitas itu menjadi daya ungkit ekonomi bagi masyarakat Jombang. Para pelaku travel dan para peziarah juga mendapatkan rezeki dari sana,” jelas Sukarodin.

Ia menegaskan bahwa keteladanan Gus Dur sebagai guru bangsa harus masyarakat tanamkan kepada generasi muda dan pejabat publik.

“Keteladanan beliau harus kita jadikan pedoman. Gus Dur adalah guru semua golongan. Karena itulah, wajar jika bangsa menempatkan beliau sebagai tokoh guru bangsa,” pungkasnya.(CIA)

Views: 21