TRENGGALEK, bioztv.id – Ratusan siswa SMAN 1 Kampak turun ke halaman sekolah dan menggelar aksi demonstrasi. Mereka menuntut pihak sekolah membuka transparansi dana komite yang selama ini mereka anggap tidak jelas penggunaannya. Jika pihak sekolah tidak menindaklanjuti tuntutan itu, para siswa mengancam akan mogok sekolah.
Salah satu perwakilan siswa, Suci Nurma, menegaskan bahwa tuntutan utama mereka sederhana, yaitu meminta kejelasan penggunaan dana komite.
“Poin utama dari kami itu hanya meminta transparansi dana komite, tidak lebih. Kami hanya ingin jelas dana itu dipakai untuk apa saja. Kami menduga banyak dana yang pemanfaatannya tidak jelas. Jadi, tuntutan teman-teman ini murni demi kejelasan,” tegas Suci, siswi kelas XII SMAN 1 Kampak.
Dalam aksi tersebut, para siswa membacakan sepuluh tuntutan yang menyoroti dugaan pungutan liar (pungli), pemotongan dana KIP, hingga penyelewengan dana komite. Mereka menilai sekolah tidak pernah mempublikasikan secara rinci sumbangan bulanan maupun amal jariyah yang mereka himpun. Selain itu, mereka juga mengaku sekolah tidak pernah memfasilitasi mereka dalam lomba meski membawa nama sekolah, bahkan sering memaksa mereka memakai uang pribadi untuk kebutuhan kompetisi.
Jika pihak sekolah terus mengabaikan tuntutan itu, para siswa menegaskan akan mogok sekolah sebagai bentuk protes.
Di sisi lain, Kepala SMAN 1 Kampak, Bahtiar Kholili, menyebut para siswa menggelar aksi spontan tanpa rekayasa. Ia mengakui tuntutan mereka memang berfokus pada dana komite yang bersifat sumbangan sukarela.
“Sebetulnya kami tidak mengantisipasi sama sekali, jadi kayaknya aksi itu alamiah saja. Dari tuntutan siswa tadi, memang fokusnya pada dana komite sekolah,” jelas Bahtiar.
Bahtiar menambahkan, komite bersama orang tua murid menentukan besaran amal jariyah. Menurutnya, tidak semua wali murid memberi kontribusi dengan jumlah sama, sehingga nominalnya beragam. Ia juga menegaskan pemanfaatan dana tersebut jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.
“Sumbangan itu ada dua jenis, satu untuk peningkatan mutu pendidikan, dan satu lagi amal jariyah yang diwujudkan dalam bangunan fisik, salah satunya pembangunan masjid,” imbuhnya.
10 Poin Tuntutan Siswa SMAN 1 Kampak:
- Transparansi sumbangan komite per bulan dan amal jariyah. Setiap pemasukan dan pengeluaran harus dijelaskan secara rinci dan terbuka.
- Siswa-siswi tidak terfasilitasi dalam lomba maupun kegiatan sekolah. Bahkan sering kali siswa/i harus menggunakan uang pribadi untuk kebutuhan lomba padahal mereka mewakili sekolah.
- Apresiasi terhadap prestasi siswa juara lomba tidak ada, padahal penghargaan sangat penting untuk menumbuhkan motivasi.
- Transparansi dana komite yang selama ini tidak jelas, wajib dipublikasikan secara terbuka dan terperinci.
- Mogok sekolah sebagai bentuk protes apabila tidak ada kejelasan dan tindak lanjut dari pihak terkait.
- Uang yang dikorupsi harus dikembalikan 100%. Penyelewengan dana ini terindikasi karena tidak jelasnya jumlah siswa yang sudah membayar dan belum membayar, tidak adanya bukti/kwitansi yang seharusnya wajib diberikan, serta pembayaran hanya ditunjukkan tanpa tanda bukti. Hal ini membuka celah penyelewengan karena mengandalkan daya ingat manusia yang terbatas dan rawan lupa.
- Dana KIP yang dipotong harus dikembalikan sepenuhnya. Jika ada tanggungan uang bulanan atau amal jariyah, hal tersebut harus dikomunikasikan dengan wali murid agar jelas dan adil.
- Siswa/i penerima KIP dipaksa untuk tetap membayar uang bulanan dan amal jariyah, padahal kebutuhan mereka banyak dan dana KIP seharusnya murni untuk mendukung pendidikan mereka.
- Pindahkan dan keluarkan mereka yang terlibat dalam tindakan korupsi dana agar tidak merugikan siswa maupun wali murid lagi.
- Ketidakadilan dalam jumlah patokan uang amal jariyah harus diselesaikan agar tidak memberatkan sebagian siswa maupun wali murid.
Aksi demonstrasi ini memperlihatkan keresahan siswa terhadap pengelolaan dana pendidikan yang mereka nilai tertutup. Kini, para siswa menunggu langkah nyata dari pihak sekolah dan komite untuk membuka laporan keuangan secara transparan.(CIA)
Views: 1568
















