TRENGGALEK, bioztv.id – Aksi demo ratusan siswa yang menyuarakan dugaan pungli serta penahanan buku tabungan dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMAN 1 Kampak terus menjadi sorotan. Usai melakukan sidak di lokasi, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengimbau siswa dan wali murid di sekolah lain agar berani bersuara jika menghadapi kasus serupa. Deni juga menduga kasus ini mirip fenomena gunung es.
Menurut Deni, kasus di SMAN 1 Kampak menunjukkan persoalan serius. Ia menilai praktik dugaan pungli dan penahanan KIP untuk pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) tidak boleh di anggap sebagai kasus tunggal.
“Ini bisa jadi fenomena gunung es. Satu kasus muncul di Kampak, tapi praktik serupa mungkin terjadi di banyak sekolah lain di Jawa Timur,” tegas Deni Wicaksono.
DPRD Jatim Siap Sampaikan ke Gubernur Jika Tidak Ada Solusi
Deni memastikan pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini secara resmi. Ia menyebut langkah awal yang akan ia tempuh adalah meminta klarifikasi langsung dari pihak sekolah, lalu berkoordinasi dengan Kacabdin Wilayah Trenggalek–Tulungagung, hingga Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
“Kalau masih buntu, saya akan langsung menyampaikan ini kepada Ibu Gubernur. Pendidikan adalah program prioritas yang harus kita jaga. Jangan biarkan praktik pungli dan iuran wajib terus membebani siswa,” ungkapnya.
Deni juga mengimbau seluruh siswa dan wali murid SMA, SMK, maupun SLB di bawah kewenangan Pemprov Jawa Timur agar berani melaporkan jika menghadapi kasus serupa.
“Silakan sampaikan unek-unek dan permasalahan yang kalian alami. Jangan takut bersuara. Kami ingin memastikan pendidikan di Jawa Timur berjalan sehat, transparan, dan berpihak pada siswa,” ujarnya.
Pendidikan Harus Bebas dari Pungli
Menurut Deni, pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Timur sedang menjalankan program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia menegaskan, kita harus menjaga program tersebut bersama-sama.
“Kalau praktik pungli terus terjadi di sekolah, tujuan peningkatan mutu pendidikan akan sulit tercapai. Dunia pendidikan harus steril dari praktik seperti ini. Mari kita jaga bersama agar sekolah benar-benar menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda, bukan tempat pungutan berkedok sumbangan,” pungkasnya.(CIA)
Views: 93

















