TRENGGALEK, bioztv.id – Polemik tuntutan pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun Trenggalek untuk berjualan tanpa biaya sewa saat event tahunan terus berlanjut. Mereka menolak dibebani biaya tenda dari event organizer (EO) yang dinilai terlalu tinggi. Pemerintah pun bergerak cepat mencari titik temu agar event tetap berjalan tanpa memicu konflik berkepanjangan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek, Saniran, menegaskan pihaknya berusaha keras mencari jalan tengah yang tidak merugikan siapapun. Terutama karena kegiatan ini merupakan rangkaian rutin perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.
“Kami ingin mengklarifikasi dan mencari win-win solution. Tidak ada yang merasa diuntungkan berlebihan atau dirugikan. Harapannya, kegiatan ini tetap bisa berjalan dengan lancar dan memberi manfaat kolektif untuk masyarakat,” terang Saniran.
Saniran mengungkapkan, pertemuan hari ini adalah tindak lanjut dari audiensi PKL dengan DPRD dan pihak penyelenggara. Ia mengaku memahami bahwa masih banyak pertimbangan teknis dan dinamika di lapangan yang harus mereka sesuaikan.
“Kami paham, setelah beberapa hari pasca audiensi, bisa saja ada perubahan pemikiran. Jadi kami buka ruang diskusi tambahan. Beberapa PKL masih pikir-pikir, terutama soal harga sewa stand,” jelasnya.
Salah satu tuntutan dari PKL adalah agar seluruh pedagang yang biasa mangkal di luar alun-alun tetap diperbolehkan berjualan tanpa membayar sewa. Namun, Saniran menilai hal itu perlu dikaji lebih dalam. Pasalnya, penyelenggara event sudah membangun tenda-tenda besar, dan sulit menempatkan PKL gerobak tanpa tumpang tindih.
“Kalau sudah ada tenda-tenda besar, pedagang gerobak mau di mana? Tidak mungkin kita geser tenda yang sudah didirikan. Ini harus dipikirkan bersama,” tambahnya.
Meski begitu, Diskomidag memastikan tetap membuka opsi keringanan harga bagi PKL lokal yang benar-benar membutuhkan. Bahkan, menurut Saniran, pihak EO telah bersedia memberikan potongan harga dan fasilitas gratis bagi pedagang kecil dengan daya beli rendah.
“Kami sudah komunikasi dengan EO, nanti akan didata PKL yang ekonominya lemah dan jualannya kecil. Mereka bisa digratiskan. Tapi tentu tidak semua, karena ini menyangkut pembiayaan event yang cukup besar,” tegasnya.
Diskon pun sudah disiapkan. Untuk tenda berstandar sewa Rp3 juta, misalnya, EO bersedia menurunkan harga jadi Rp2,5 juta khusus bagi PKL lokal Trenggalek.
Saniran berharap para PKL segera mengambil sikap karena waktu pelaksanaan event tinggal sekitar tiga minggu lagi.
“Saya sudah minta mereka segera tentukan sikap. Waktunya mepet. Harus segera diputuskan agar semua pihak bisa bersiap,” pungkasnya.(CIA)
Views: 99
















