TRENGGALEK, bioztv.id – Publik dikejutkan kembali oleh insiden tindakan asusila di ruang terbuka. Sebuah video yang menampilkan seorang kakek dan anak perempuan melakukan tindakan mesum di sekitar kawasan Alun-Alun Trenggalek menyebar luas di media sosial. Kejadian ini segera memicu kekecewaan dan menyoroti kekhawatiran publik terkait pengawasan ruang publik di kota tersebut.
Video berdurasi singkat itu memperlihatkan seorang kakek dan perempuan, yang diketahui masih anak-anak. Perempuan itu juga diketahui Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), terlibat dalam tindakan tidak pantas di pinggir jalan. Kejadian berlangsung saat kondisi sekitar sepi setelah hujan rintik mereda.
Dalam video terlihat interaksi keduanya terjadi tanpa paksaan. Namun, fakta bahwa seorang anak, apalagi ODGJ, menjadi terlibat dalam tindakan tersebut memperjelas lemahnya perlindungan ruang publik, sekaligus menunjukkan kerentanan kelompok rentan yang luput dari pantauan Satuan Tugas.
Pelaku Diciduk Satpol PP, Dimasukkan Selter Dinsos
Melalui kolom komentar di media sosial, akun resmi Satpol-PPK Trenggalek membenarkan bahwa insiden itu terjadi pada Kamis, 20 November 2025, sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah menerima laporan masyarakat, anggota patroli segera mendatangi lokasi dan mengamankan kedua orang tersebut.
“Tim patroli langsung mengamankan kedua orang itu. Selanjutnya, kami membina keduanya di Selter Dinas Sosial PPA Kabupaten Trenggalek,” tulis admin akun Satpol-PPK Trenggalek.
Meski Satpol-PPK telah mengambil tindakan cepat, kejadian ini memicu banyak pertanyaan publik mengenai pengawasan berkelanjutan, terutama terhadap kelompok rentan yang sering berkeliaran di ruang publik tanpa pendampingan.
Kepala Satpol-PPK Menolak Berkomentar
Saat tim liputan menghubungi Kepala Satpol-PPK Trenggalek, Habib Solehudin, ia menolak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai penanganan kasus ini.
“Aku ora komentar aku, ngko malah gedi (Saya tidak mau berkomentar, nanti malah membesar),” ujarnya singkat dalam bahasa Jawa.
Penolakan komentar ini terkesan janggal. Akun media sosial Satpol-PPK justru sudah memberikan pernyataan resmi, namun kepala instansi menolak dikonfirmasi.
Tindak asusila di seputaran alun-alun Trenggalek bukan kali pertama terjadi. Pola kejadian yang berulang menandakan bahwa masalah ini tidak hanya berhenti pada tindakan pelaku. Insiden ini menandakan minimnya pencegahan, pemantauan, dan intervensi jangka panjang oleh pihak berwenang.(CIA)
Views: 622
















