Anggota Koperasi Madani Trenggalek Kembali Demo, DPRD Desak Jual Aset Untuk Kembalikan Dana

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Ratusan anggota Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Madani Trenggalek kembali berunjuk rasa menuntut pengembalian dana simpanan mereka. Dana miliaran rupiah tersebut hingga kini belum cair. Menyikapi hal ini, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Trenggalek mendesak koperasi segera menjual aset untuk melunasi dana anggota.

Aksi terbaru berlangsung di depan kantor KSPPS Madani, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, pada Rabu (9/7/2025). Massa membawa empat tuntutan utama: pengembalian dana anggota, kehadiran seluruh pengurus koperasi, keterbukaan informasi keuangan, dan langkah konkret berupa penjualan aset.

Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugianto, menegaskan bahwa permasalahan ini bukan sekadar persoalan teknis pengelolaan, tetapi menyangkut niat baik dan kejujuran pengurus. Ia menduga ada ketidakberesan dalam pengelolaan dana yang beredar di masyarakat saat ini, yang mencapai Rp 26 miliar.

“Jika pengurus memiliki niat baik, segera jual aset, dan selesaikan tanggung jawab kepada anggota. Jangan lari dari kenyataan,” tegas Mugianto.

Data Keuangan Koperasi dan Potensi Dana yang Tersisa

Berdasarkan data yang Bendahara KSPPS Madani, Nurkholison, sampaikan per 8 Juli 2025, simpanan reguler anggota mencapai Rp 46,3 miliar. Dari jumlah tersebut, dana yang dipinjamkan ke masyarakat sebesar Rp 32,2 miliar, aset tetap koperasi Rp 8,2 miliar, dan modal sendiri Rp 12,5 miliar. Sayangnya, dana yang sudah kembali ke anggota baru sekitar Rp 6 miliar.

“Kondisi ini menunjukkan masih ada potensi dana yang bisa terselamatkan jika pengurus koperasi serius,” jelas Mugianto.

Mugianto mengaku sangat prihatin dengan situasi KSPPS Madani. Menurutnya, penyelesaian masalah ini sangat bergantung pada niat baik dan kejujuran para pengurus.

“Ini tinggal niat baik dari pengurus. Jika tidak ada niat baik dan kejujuran, masalah ini tidak akan segera terurai,” tambahnya.

Janji Koperasi dan Kekecewaan Anggota

Dalam dialog terbuka di halaman kantor, Ketua KSPPS Madani, Syaifuddin, mengklaim bahwa koperasi telah menempuh berbagai upaya. Langkah-langkah tersebut meliputi pembentukan tim penagihan, menggandeng corporate lawyer, hingga berusaha menjual aset yang tidak produktif.

“Kami juga sudah membentuk tim recovery untuk karyawan dan menggandeng auditor eksternal demi memastikan transparansi,” jelas Syaifuddin di hadapan peserta aksi.

Sebagai tindak lanjut, koperasi berjanji akan menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada Sabtu, 19 Juli 2025. Forum tersebut akan menjadi momentum pembukaan data keuangan secara menyeluruh dan ajang pengambilan keputusan bersama. Namun, janji ini belum sepenuhnya meredam kekecewaan para anggota koperasi.(CIA)

Views: 130