Kisah Inspiratif Warga Desa Tawing Trenggalek: Bebas Banjir Berkat Swadaya & Gotong Royong

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Semangat gotong royong dan swadaya warga Dusun Gunung Kembar, Desa Tawing, Kecamatan Munjungan, Trenggalek, berhasil mengubah kondisi wilayah mereka. Dulu, daerah ini selalu kebanjiran setiap musim hujan. Namun, berkat inisiatif dan kerja keras masyarakat, kini bebas banjir.

Kisah inspiratif ini membuktikan bahwa kekuatan komunitas mampu menjadi benteng pertama dalam menghadapi ancaman bencana.

Jumingat, Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Peduli Sungai dan Tanggul Desa Tawing, menceritakan awal mula perjuangan mereka. Bertahun-tahun, permukiman warga yang hanya berjarak 10 meter dari sungai selalu dilanda luapan air. Setiap hujan deras, air masuk ke rumah, memutus akses jalan, dan merusak lahan pertanian.

“Dulu kebanjiran terus, Mas. Setiap musim hujan, daerah sini pasti terendam. Tapi alhamdulillah, sekarang sudah aman. Enggak pernah kebanjiran lagi,” ungkap Jumingat.

Warga tidak tinggal diam. Mereka berinisiatif membentuk kelompok peduli sungai dan tanggul. Secara swadaya, mereka mengumpulkan iuran untuk membeli batu kali dan menyewa alat berat. Mereka juga memperbaiki tanggul di pinggir sungai. Bantuan bronjong (keranjang kawat berisi batu penahan abrasi) datang dari BPBD Kabupaten Trenggalek, melengkapi upaya mereka.

Pekerjaan berat seperti pengerukan sungai yang mulai dangkal juga mereka lakukan secara berkala. Warga bergiliran bergotong royong, mengatur jadwal, dan memastikan tanggul tetap kokoh agar air sungai tidak meluap ke permukiman.

Upaya gigih warga kini membuahkan hasil. Selama dua musim penghujan terakhir, Dusun Gunung Kembar tidak lagi terendam banjir. Lingkungan terlihat lebih tertata, sungai tetap terjaga, dan rasa aman kembali dirasakan warga.

“Bagi kami, pencegahan bencana harus rutin dilakukan. Jangan tunggu bencana datang dulu. Masyarakat dan pemerintah harus saling peduli dan mendukung. Soal penanganan bencana itu tanggung jawab bersama,” tegas Jumingat.

Jumingat berharap, langkah kecil mereka ini bisa menginspirasi daerah lain di Trenggalek yang sering dilanda bencana seperti banjir dan tanah longsor. Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan kewajiban bersama demi keselamatan dan kelestarian alam.

“Semoga apa yang kami lakukan bisa jadi contoh buat kampung-kampung lain. Kalau semua kompak, insyaallah bencana bisa dicegah,” pungkasnya.

Kisah ini membuktikan, jika kekuatan gotong royong warga mampu menjadi benteng utama dalam menghadapi ancaman bencana. Swadaya dan kebersamaan tidak hanya menyelamatkan lingkungan, tetapi juga menjaga harmoni antarwarga.(CIA)

Views: 234